• Hari ini : Senin, 20 Agustus 2018

12.990 Jemaah Sudah Tiba di Madinah

Para jemaah haji Indonesia saat tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Minggu (30/7).

Madinah, KP – Sebanyak 12.990 orang jemaah calon haji sudah tiba di Madinah, hingga Minggu, 30 Juli 2017. Seluruh jemaah yang sudah datang ini berasal dari 32 Kelompok Terbang (Kloter) dan masuk dalam gelombang pertama.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Arsyad Hidayat, kepada Tim Media Center Haji menyampaikan, hari ini akan ada 15 kloter yang mengangkut jemaah haji akan tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Selama kedatangan jemaah, tidak ada masalah berarti. Demikian juga terkait masalah kesehatan.

Dalam setiap penerbangan, calon jemaah haji juga di dampingi lima petugas kloter. Mereka terdiri dari tiga orang Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), satu orang Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) dan satu orang Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI).

Berikut 15 embarkasi yang akan tiba di Madinah: 1.Kloter tiga, empat, lima dan enam dari embarkasi Jakarta – Bekasi (JKS). 2.Tiga embarkasi Solo (SOC) yang merupakan kloter enam, tujuh dan delapan. 3.Tiga dari embarkasi Surabaya (SUB) yang berasal dari kloter lima, enam dan tujuh. 4.Dua dari embarkasih Ujungpandang (UPG) yang merupakan kloter dua dan tiga. 5.Kloter satu Embarkasi Banjarmasin (BDJ 1). 6.Kloter tiga embarkasi Medan (MES 3).

Calhaj Banjarbaru Diminta Jaga Kondisi Fisik

Terpisah, Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani, berpesan kepada calon jamaah haji Kota Banjarbaru, yang berangkat ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini terus menjaga kondisi fisiknya.

“Kondisi cuaca di sana tidaklah sama dengan cuaca di tanah air, untuk itu, persiapkan diri dengan baik. Terpenting, persiapkanlah fisik semaksimal mungkin, karena ibadah haji memerlukan kondisi fisik yang prima,’’ kata Nadjmi kemarin.

Nadjmi berharap, semoga calon jamaah haji Banjarbaru senantiasa diberikan kemudahan, sehingga dapat dengan khusyuk dan lancar melaksanakan segala proses peribadatan di tanah suci nantinya.

“Untuk bisa berangkat haji ke tanah suci, tentu memerlukan proses sangat panjang, diawali pendaftaran, penyetoran dan pelunasan ONH, pemeriksaan kesehatan sampai ditetapkannya sebagai calon haji, hingga manasik haji,’’ tandasnya.

Dijelaskan Nadjmi, saat ini pemerintah terus berusaha menyempurnakan penyelenggaraan ibadah haji dengan baik, guna memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi para jamaah.

“Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah di Kementerian Agama, juga terus berbenah untuk menyempurnakan kualitas pelayanan haji, di antaranya menambah porsi petugas kloter yang telah berhaji,’’ ujarnya.

Karena untuk memaksimalkan penyelenggaraan haji, lanjut Nadjmi, petugasnya pun harus paham prosesi perjalanan dan ibadah haji.

Tahun ini, jumlah petugas haji yang sudah berhaji ditingkatkan hingga 80 persen, sehingga jamaah pun dapat lebih tenang,’’ katanya.

Di samping itu, tambah Nadjmi, perawatan kesehatan di embarkasi atau debarkasi untuk jamaah yang dirujuk ke rumah sakit, tidak lagi menjadi tanggungan negara secara langsung, namun menjadi tanggungan jamaah atau dialihkan ke pelayanan BPJS.

“Kementerian Agama, juga sudah membuat pusat-pusat latihan haji. Saat ini, sudah ada dua kota, Palembang dan Makassar. Bahkan, pemerintah sampai membeli dua buah pesawat untuk dijadikan alat simulasi pelayanan haji di pesawat terbang,’’ katanya. (net/Wan/K-2)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua