• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

17 Ton BBM dan Ribuan Kayu Disita

Anggota Dit Reskrimsus Polda Kalsel, sita s solar dan ribuan potong kayu jenis ulin/ Wadir Dit Reskrimsus Polda Kalsel, AKBP Sugeng Riyadi SIK MH Msi, perlihatkan barang vbukti sitaan, Senin (10/10)
Anggota Dit Reskrimsus Polda Kalsel, sita solar dan ribuan potong kayu jenis ulin/ Wadir Dit Reskrimsus Polda Kalsel, AKBP Sugeng Riyadi SIK MH Msi, perlihatkan barang bukti sitaan, Senin (10/10)

Banjarmasin, KP – Dalam gerakan yang dilakukan anggota Dit Reskrimsus Polda Kalsel, teryata tak hanya amankan  puluhan ribu kosmetik, namun juga sita 17 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan ribuan potong kayu jenis ulin atau 18 meterkubik.

“Untuk semua kasus itu ada empat tersangka yang telah kita amankan dan proses hukum,’’ kata Wakil Dikretur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Kalimatan Selatan, AKBP Sugeng Riyadi SIK MH Msi, kepada awak media, Senin (10/10).

Dikatakan, BBM terungkap pada tanggal 4 Oktober 2016 di  Jalan Trans Kalimantan Handil Bhakti, Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala (Batola).

“Anggota yang melakukan penyelidikan menemukan satu unit mobil tangki warna biru milik PT Adrian Jaya Mandiri dengan nomor polisi DA 1979 AJ. Begitu dilakukan pemeriksaan ternyata solar yang dibawa sebanyak 10.000 liter tidak memiliki dokumen dan rencana solar tersebut akan dibawa ke Kalimantan Tengah,’’ ujarnya.

Mobil yang berisikan BBM solar itu diamankan, dan ternyata masih ada lagi solar lainnya yang diduga ilegal.

“Mobil kita amankan bersama sejumlah jerigen yang juga berisi solar dengan total seluruhnya 17.000 liter atau 17 ton dengan tersangka berinisial SH dan AS,’’ kata AKBP Sugeng.

Dari pengakuan tersangka, BBM itu didapat dari Sungai Barito atau dari tugboat, dikumpulkan kemudian solarnya dijual ke wilayah Kalteng dengan harga Rp6.200 perliter.

Sementara untuk kasus kayu diamankan tanggal 9 Oktober 2016, di kawasan Astambul Kabupaten Banjar dengan dua tersangka berinisial AR dan SY warga Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS),’’ jelasnya.

Kayu itu dibawa menggunakan dumtruk masing-masing bernomor polisi DA 1178 DB dan DA 1063 DB.

“Kayu kita amankan di kawasan Jalan A Yani Km 44 Astambul Kabupaten Banjar,’’ tambahnya.

Kayu tersebut dari Kandangan yang akan dibawa ke Liang Anggang, namun karena tidak bisa menunjukan dokumen mengenai hasil hutan kayu ulin tersebut pihaknya sita.

“Terhadap kasusnya untuk Migas dikenakan pelanggaran Undang- Undang Nomor 22 Tahun 2001, dan UU Nomor 18 Tahun 2013, tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan,’’ ujarnya. (K-4)

Tag:,
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua