• Hari ini : Selasa, 20 Februari 2018

393 Jemaah Haji Indonesia Mulai Masuk Mekkah

Bus rombongan jemaah haji Indonesia, saat tiba di Kota Mekkah.

Mekkah, KP – Jemaah haji Indonesia secara bertahap, mulai memasuki Kota Mekah, Arab Saudi, untuk melakukan rangkaian ibadah haji. Sebelum masuk Mekkah, jemaah berada di Madinah untuk melaksanakan arbain.

Dengan kedatangan jemaah haji di Kota Mekkah, maka pelayanan terhadap jemaah langsung dilaksanakan. Bidang kesehatan misalnya, telah menyiapkan segala fasilitas kesehatan bagi jemaah haji. Baik di sektor dan pemondokan, juga di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

Terkait dengan masalah kesehatan yang dapat mengganggu proses ibadah jemaah. Kabid Kesehatan KKHI Daerah Kerja Mekkah, Etik Retno Wiyati, mengimbau jemaah Indonesia agar lebih mementingkan ibadah wajib selama di Mekkah, ketimbang ibadah sunah.

Hal ini mengingat, Arab Saudi telah memasuki puncak musim panas berbarengan dengan pelaksanaan puncak haji nanti.

“Tidak memaksakan harus ke Masjidil Haram untuk melaksanakan ibadah sunah. Shalat di pemondokan juga sama, karena ini tanah haram,’’ kata Etik.

“Jemaah mempersiapkan ibadah wajib saat puncak haji,’’ kata Etik, di Kantor KKHI Mekkah, Arab Saudi, Minggu (6/8).

Jemaah juga diimbau, tidak banyak lakukan aktivitas fisik yang bukan ibadah. Selain itu, penting bagi pembimbing jemaah untuk mensosialisasikan ini, agar jemaah tetap terjaga fisiknya saat puncak haji.

“Jangan melakukan banyak aktivitas di luar ibadah. Ibadah saja kita imbau untuk lebih mementingkan yang wajib,’’ ujarnya.

Ibadah dengan Aman

Agar ibadah menjadi nyaman, menjaga keamanan diri jemaah menjadi faktor penting. Meski fokus ibadah, jemaah harus tetap menjaga barang-barang yang dibawa agar tidak tertinggal.

Menurut Kepala Satuan Operasional (Kasatop) Armina Kolonel Jaetul Muchlis, berdasarkan pengalaman tahun lalu, kerap ditemukan amplop berisi uang living cost milik jamaah haji.

“Banyak uang tercecer masih dalam amplop. Sementara, petugas sulit menemukan pemiliknya karena tidak ada sama sekali identitas jemaah,’’ ujarnya.

Belajar dari tahun lalu dan guna menghindari kerugian materi, maka dia memberikan kiat antisipasi menjaga keamanan barang pribadi jamaah.

“Tulislah nama dan kloter di amplop living cost itu,’’ ujarnya.

Kerugian materi yang dialami beberapa jamaah, lanjutnya, karena kurangnya ketertiban dan prinsip kehati-hatian para jamaah.

“Seperti lupa menempatkan amplop uang di suatu. Tetapi ketika si jamaah kembali, amplop tersebut sudah tidak ada. Mudah-mudahan belum ada kerugian yang diakibatkan dari tindakan kriminal,’’ harap Jaetul.

Sementara itu, menurutnya, uang jamaah tahun lalu yang ditemukan petugas dikumpulkan lalu didistribusikan kepada instansi dan giat sosial melalui Kemenag RI.

Seperti iketahui, sebanyak 393 jemaah haji Indonesia yang sebelumnya berada di Madinah, mulai masuk Kota Mekkah.

Rombongan jemaah diberangkatkan dengan menggunakan sembilan bus yang telah dipasangi alat pelacak pada Sabtu (5/8) sore.

Dari pantauan tim Media Center Haji (MCH), rombongan jemaah yang berasal dari kloter satu Medan, berhenti sejenak di kawasan Jumum untuk pemeriksaan dokumen dan paspor.

Pada pukul 12.05 waktu Arab Saudi, Minggu, 6 Agustus 2017, bus 8, 7, 2 dan bus 1 datang lebih dahulu. Kedatangan jemaah ini lebih cepat dari yang diperkirakan.

D.E Sitorus, salah satu jemaah yang ditemui menyampaikan, rasa syukur karena telah masuk Kota Mekkah.

Menurutnya, perjalanan dari Madinah lancar, dan selama perjalanan dia merasa nyaman. Rombongan sempat berhenti di Bir Ali untuk berihram.

Sementara itu, Kadaker Mekkah Nasrullah Jasam mengatakan, semua pos pelayanan sudah siap. Seperti pemondokan di sektor 6, layanan katering dan juga kesehatan.

“Semua sudah siap. Terutama sektor 6 yang akan menampung jemaah. Juga untuk katering, akan ada makanan selamat datang untuk jemaah,’’ kata Nasrullah.

Menurutnya, pada hari kedua, akan ada enam kloter yang diberangkatkan menuju Mekkah. Jumlah pasti jemaah yang akan diberangkatkan belum dapat diketahui secara pasti.

Namun, jemaah akan diberangkatkan di atas pukul 12.00 waktu Arab Saudi dan akan tiba pada malam hari.

Kemudian, pada 12-26 Agustus 2017, gelombang kedua jemaah haji akan mulai tiba di Jeddah untuk masuk ke Mekkah.

Kemudian, secara bersamaan jemaah akan masuk Kota Mekkah pada 12 sampai 20 Agustus. Waktu ini menjadi masa puncak kedatangan jemaah haji di Mekkah.

Salawat Badar Sambut Jemaah Haji di Mekkah

Lantunan salawat badar menyambut kedatangan 393 jemaah haji Indonesia asal Medan, yang tiba di Kota Mekkah pada Minggu dini hari, 6 Agustus 2017.

Kedatangan jemaah haji kloter 1 Medan ini, disambut Kepala Daker Mekah, Nasrullah Jasam, Ketua PPIH Arab Saudi 2017, Ahmad Dumyanti Basori, perwakilan Konjen Ri dan perwakilan Muassassah Asia Tenggara.

Dari pantauan tim Media Center Haji (MCH), begitu turun dari mobil, satu per satu jemaah diberi air zamzam dan bunga mawar. Raut wajah mereka terlihat berseri-seri.

Meski telah menempuh perjalanan 6 jam, tapi mereka merasa sangat senang dan merasa bersyukur telah tiba di Kota Mekkah dengan selamat.

“Senang, akan bisa melihat Ka’bah saya. Itulah tujuan saya ke sini. Buat saya penantian panjang ini. Tujuh tahun sudah saya tunggu untuk berangkat ke Tanah Suci,’’ ujar Nurhaidah Pane, yang saat ini sudah berusia 72 tahun.

Seluruh jemaah yang tiba hari ini, akan menempati kamar Royal Mena Hotel dan Hotel Rabawi Mina di sektor 6 dengan nomor 608 dan 609 di kawasan Shisha.

Setelah beristirahat sebentar, jemaah akan melaksanakan umroh. Kepala Daerah Kerja Mekah, Nasrullah Jasam menyampaikan, seluruh persiapan sebelum jemaah tiba sudah dilakukan.

Mulai dari pemondokan, ketering dan kesehatan. Semua skenario benar-benar berjalan dengan baik. Terkait masalah kesehatan jemaah, Nasrullah, akan segera meminta data melalui KKHI Mekkah, yang akan berkoordinasi dengan KKHI Madinah.

“Tapi, dari pendataan awal semua sehat dan tidak ada kendala berarti. Jemaah akan medapat makan selamat datang. Setelah itu, akan melaksanakan umroh. Bus salawat sudah siap mengantar ke Masjidil Haram,’’ ujarnya.(net/K-2)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua