Adaro dan Nurul Muhibin Jalin Kerjasama

ditulis pada 17 Juni 2017
Presiden Direktur PT Adaro Energy, Garibaldi ‘Boy’ Thohir, bersama Abah Guru Haji Muhammad Bakhiet, Jalin kerjasama atas PASS.

Presiden Direktur PT Adaro Energy, Garibaldi ‘Boy’ Thohir, bersama Abah Guru Haji Muhammad Bakhiet, Jalin kerjasama atas PASS.

Paringin, KP – Keberadaan perusahan tambang PT Adaro yang ada di kabupaten Balangan bisa dirasakan manfaatnya oleh warga masyarakat Balangan.

Salah satu bukti nyata pada Rabu (14/6) kemarin, Presiden Direktur PT Adaro Energy, Garibaldi ‘Boy’ Thohir, bersama Abah Guru Haji Muhammad Bakhiet, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait Program Adaro Santri Sejahtera (PASS) di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin, di Desa Gampa kecamatan Batumandi.

Penandatanganan disaksikan oleh Bupati Balangan, Ansharuddin, pengurus Pondok Pesantren Nurul Muhibbin, serta jajaran manajemen PT Adaro Indonesia.

Untuk diketahui, PASS adalah program yang digagas oleh PT Adaro Indonesia yang bertujuan untuk menciptakan santri pesantren dengan kemampuan wirausaha, terutama yang ada di Kabupaten Balangan dalam bidang ekonomi.

Dalam program ini, Adaro memberikan bantuan sebesar Rp 420 juta untuk 2 periode program di tahun 2017. Dana tersebut meliputi pelatihan kewirausahaan, modal usaha, pembelian alat, serta pemasaran.

Dalam program yang telah dilaksanakan sejak awal tahun 2017 ini, para santri diberikan kendali penuh atas ragam usaha yang akan dijalankan.

Sejak pelatihan awal, telah dipetakan jenis usaha yang sesuai dengan kondisi daerah dan minat santri.

Akhirnya, jenis usaha mengerucut ke dalam empat bidang: tanaman hidroponik, kain sasirangan, perikanan, dan makanan ringan.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Balangan, Guru Bakhiet, dan Boy Thohir melihat langsung produk-produk para santri yang dipamerkan di sekitar area pesantren.

Muhammad Shaufi, santri asal Batumandi, Balangan, mempresentasikan model usaha hidroponik yang dijalankannya bersama beberapa santri lain.

Menurut Shaufi, dengan modal Rp 200 ribu per 10 pipa, sayuran hidroponik yang mereka jual mampu menembus angka Rp 700 ribu. Untuk modal instalasi awal berupa pipa, selang air, dan atap, sebesar Rp 5 juta.

“Menurut perhitungan kami, tidak sampai setahun sudah balik modal,” ujar Shaufi.

Selain hidroponik, keripik pisang buatan para santri juga tak kalah laris. Dengan harga jual Rp 7 ribu per bungkus, mereka mendapat keuntungan sebesar Rp 4 ribu. Keripik pisang made in Ponpes Nurul Muhibbin ini, tak hanya dipasarkan di sekitar Ponpes, tapi juga sampai ke kecamatan lain di Balangan.

Boy Thohir, mengaku terkesan dengan semangat wirausaha yang ditunjukkan para santri, memberikan pesan pada para santri agar tak patah semangat dalam menjalankan bisnis. Ia juga mengatakan bahwa pengusaha tidak boleh takut gagal.

“Ibaratnya, jika jatuh 10 kali, kita harus berani bangun 11 kali,” katanya.

Selain pelatihan dan modal usaha, PT Adaro Indonesia melalui program CSR-nya juga memberikan bantuan berupa klinik kesehatan senilai Rp 150 juta dan gerbang selamat datang senilai Rp 200 juta kepada Ponpes Nurul Muhibbin.

Sementara, Bupati H Ansharuddin yang menyaksikan penandatangan kerjasama itu mengaku senang dan mengapresiasi positf, karena sebagai perusahaan yang besar sudah selayaknya keberadaannya bisa membawa kemanfaatan bagi warga masyarakat.

Seperti yang dilakukan sekarang ini PT Adaro dan Pondok Pesantren Nurul Muhibin lakukan kerjasama.

“Kita sangat mengapresiasi program ini, karena jelas sangat membantu dan bermanfaat bagi kehidupan para santri nantinya,” pungkasnya. (jun/K-6)

You must be logged in to post a comment Login

LANGGANAN BERITA Via EMAIL
Update Berita Terbaru Seputar Kalimantan
Kalimantan Post - Asli Koran Banua.