• Hari ini : Rabu, 19 September 2018

Agar Lebih Efisien, SKPD Dituntut Ciptakan Inovasi

Bupati Khalilurrahman saat menutup Musrenbang Kabupaten Banjar 2018.

Martapura, KP – Bupati KH Khalilurrahman menutup Musyawarah Pembangunan Daerah (Musrenbang) Kabupaten Banjar 2018, di Mahligai Sultan Adam Martapura, kemarin. Musrenbang sendiri dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2019.

Selama sembilan hari, Musrenbang ini diiisi dengan pembahasan alot. Tanggal 20 Maret 2018 pembukaan Musrenbang RKPD 2018, dilanjutkan 21 hingga 29 Maret secara paralel dilaksanakan pembahasan usulan program dan kegiatan SKPD, sekaligus mempertajam renstra masing-masing, disini pembahasan berlangsung alot dan intensif.

Persoalan pokok dihadapi dalam perencanaan pembangunan terletak pada proses menentukan pilihan-pilihan program kegiatan yang prioritas untuk didahulukan pembangunannya. Disisi lain dihadapkan pada keterbatasan sumberdaya, terutama pendanaannya.

Bupati meminta hasil dari Musrenbang RKPD ini selanjutnya ditindaklanjuti sesuai ketentuan dan mekanisme penyusunan anggaran. Besar atau kecilnya anggaran bukan sebagai penentu suksesnya sebuah program kegiatan, tetapi lebih penting adalah seberapa besar dampak dan nilai manfaat terhadap hasil pembangunan dari program tersebut bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap ada pembahasan teknis, pendalaman dan penajaman antar satuan kerja terkait serta koordinasi intensif dengan mempaduserasikan antara aspirasi masyarakat, kebijakan pemerintah dan ketersediaan dana pembangunan,’’ pintanya.

Hasil akhirnya, menurut Guru Khalil, akan menghasilkan program kegiatan prioritas sesuai kebutuhan mendesak masyarakat.

Program diusulkan harus anggaran berbasis kinerja dan ada keseimbangan antara belanja publik dengan aparatur serta belanja langsung dengan tak langsung yang lebih proporsional.

Kepala Bappelitbang Hary Supriadi menambahkan, usulan kegiatan harus lebih cermat agar tidak terjadi kesalahan. SKPD juga harus siap dengan penerapan sistem e-planning, e-budgeting, e-monev dan e-kinerja dengan penerapan standar berdasar SHBJ, ASB, SB dalam penganggaran.

“SKPD juga didorong menciptakan inovasi program dan kegiatan agar lebih efektif dan efisien,’’ tandasnya. (wan/K-5)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua