• Hari ini : Minggu, 21 Januari 2018

Ahok Mempersatukan Muhammadiyah dan Nu Saling Berkunjung

Rangkaian Milad Muhammadiyah yang ke 107 dilakukan pembangunan rumah panti serta Mushalla Hasanuddin HM, oleh Dr M Ali Taher.
Rangkaian Milad Muhammadiyah yang ke 107 dilakukan pembangunan rumah panti serta Mushalla Hasanuddin HM, oleh Dr M Ali Taher.

Banjarmasin, KP – Dalam rangka milad Muhammadiyah ke 107 tahun 2016, menggelar tabligh akbar yang disampaikan Dr M Ali Taher P SH M HUM, Ketua Komisi VII RI yang juga mantan Sekjen Muhammadiyah Pusat.

Menurutnya, karena Ahok, Muhammadiyah dan NU tambah mesra, dan ini yang mempersatukannya dan saling berkunjung.

Hal itu, disampaikan M Ali Taher, dalam tabligh akbar dihadapan para udangan pengurus Muhammadiyah, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, para mantan ketua Muhammadiyah Kota dan Kalsel dan ratusan jemaah yang hadir.

“Saat ini, kita harus membuang jauh persoalan qunut dan ussholi, sehingga tidak lagi berpikiran sempit.

Apalagi, saat ini hubungan Mauhammadiyah dan NU semakin harmonis, terus bersatu dan saling berkunjung antara satu dengan yang lainnya, dan ini semua gara-gara Ahok, apalagi kalau banyak Ahok-Ahok lagi, maka semakin kuat Islam ini, karena NU dan Muhammadiayah itu tidak bisa dipisahkan,’’ ungkapnya, yang mendapat aplus undangan yang hadir pagi kemarin.

Ali yang juga Ketua Komisi VIII RI menambahkan, bahwa ia lahir dan besar dari anak yatim, di mana Aisiah yang membesarkan dan mendidiknya hingga bisa sukses seperti ini.

“Untuk itu, saya ingatkan kepada perserikatan Muhammadiyah di banua ini untuk memperhatikan dan memelihara anak yatim, kalau mereka pintar segera gratiskan pendidikannya. Saya juga memberikan apreasiasi kepada amal dan usaha Muhammadiyah Kalsel, yang berjalan cukup bagus saat ini seperti semakin banyak sekolah dan perguruan tinggi yang berdiri, Muhammadiyah garda terdepan umat Islam ini sejak dari dulu sebelum Indonesia ini merdeka,” ujarnya.

Begitu juga untuk perguruan tinggi yang ada di Pulau Jawa, sudah melakukan kerjasama dengan pihak luar negeri seperti Australia, Eropa dan Malaysia, apalagi pimpinan Muhammadiayah kolektif kolegeal ini kelebihan Muhammadiyah dibanding yang lainnya.

Muhammadiyah membangun karakter Indonesia, berkemajuan diumur ke 107 tahun 2016 untuk itu harus memiliki amal usaha yang unggul, termasuk perguruan tinggi yang jumlahnya hingga mencapai 177 perguruan tinggi diseluruh wilayah Indonesia.

Ketua PDM Kota Banjarmasin, DR H Maskur MM kepada wartawan menyebutkan, di acara Milad Muhammadiyah banyak kemajuan yang sudah diraih seperti Masjid Aljihad, yang beberapa waktu lalu mendapatkan penghargaan dan amal usaha yang dijalankan selama ini, berjalan secara pesat baik sekolah SD hingga Perguruan Tinggi.

Bahkan, bagi masyarakat ketika sholat di Masjid Aljihad, seperti sepatu dan sendalnya hilang akan diganti pengurus dengan sendal baru, termasuk jika sepeda motor yang hilang ketika parkir di sana tetap akan diganti, bahkan masjid Aljihad satu-satunya yang memiliki exelators untuk para tua yang sulit naik tangga merasa terbantu.

“Kami juga menggelar bazar UMKM Banua selama kegiatan milad berlangsung, dengan menjual busana muslim hingga makanan ringan, kue basah asli banua,’’ tutup H Maskur. (hif/K-2)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua