• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Aksi Pengusiran di Alalak Dihalau Aparat Gabungan

DIHENTIKAN – Upaya warga mendesak dihentikannya operasional bansaw milik
Dedes membuahkan hasil. Inilah lokasi yang dihentikan beroperasi oleh aparat. (KP/Aqli)

Banjarmasin, KP – Ketika sudah siap, akhirnya aksi pengusiran terhadap salah stau pengusaha pendatang di Alalak Tengah Kecamatan Banjarmasin Utara, dihalau aparat penegek hukum gabungan dari Polda Kalsel dan Polsekta Banjarmasin Utara.

Saat itu, warga tuntut menghentikan segala kegiatan di perusahaan bansaw CV Kurnia milik Dedes

Ketegangan yang terjadi Sabtu (28/8). Sejumlah warga Alalak Tengah RT 9 hinggat RT 15 yang telah berkumpul untuk melakukan aksi pengusiran, berhasil diredam.

“Aksi yang kita lakukan tidak ada pemberitahuan, karena kami tidak melakukan unjukrasa, dan kami mencontoh dari kasus fisrt travel,’’ ujar H Maulana.

Menurutnya, aksi yang akan mereka lakukan memasang segel dan menyuruh pergi, karena mereka menganggap Dedes telah menginjak harkat dan martabat warga Alalak.

Atas aksi yag dilakukan warga itu, aparat penegak hukum akhirnya menghentikan kegiatan di perusahaan bansaw milik Dedes.

Sementara Dedes, kepada awak media mengaku heran dan bingung karena perusahaan yang dimilikinya telah memiliki ijin.

“Saya juga heran apa yang akan mereka lakukan, sebab perusahaan yang kita miliki telah sesuai dan dokumennya juga jelas,’’ ujar Dedes.
Pada bagian lain disinggung soal ada kesepakatan?. Dedes mengakui memang ada kesepakatan antara dirinya dengan warga tentang jual beli kayu.

“Tapi saat ini kayu yang saya punya sedikit, dan saya juga beli dari H Kamal, kalau saya jual lagi, lalu karyawan saya kerja apa,’’ ungkap Dedes.

Dedes mengaku dengan dihentikannya kegiatan di perusahaannya, bukan hanya dia saja yang rugi tapi warga yang bekerja diperusahaannya juga rugi.

“Dan ini sampai Selasa, karena akan ada pertemuan di Kkantor Camat,’’ ujarnya.

Sebelumnya, aksi itu turut membuat kaum ibu di Alakal ikut serta. Ini harga mati !!!, teriak kaum ibu di Alalak Tengah, Banjarmasin Utara, sebelumnya.

Kaum ibu, yang rata-rata istri pekerja kayu di kawasan tersebut, ikut aksi rencana pengusiran oknum pengusaha kayu, yang dinilai tak peduli terhadap warga Alalak. (K-4)

 

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua