• Hari ini : Minggu, 23 September 2018

Amat Tiga Kali Mau Bunuh Diri dari Tower

PANJAT TOWER – Amat nekat memanjat tower karena mau bunuh diri, kemudian di evakuasi setelah dibujuk tidak bunuh diri dan mau turun.(Kp/Andui)

MARABAHAN, KP – Seorang pemuda bernama Ahmad Akbar alias Amat nekat memanjat tower yang berada di kawasan Jalan Berangas Tengah Gang Hasan Basri II Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kamis (13/9), sekitar pukul 14.00 WITA.

Spontan saja, warga yang melihat aksi tak biasa itu dibuat geger. Bahkan sejumlah anggota Polsek Berangas, Tim Basarnas Banjarmasin bersama tim Rescue serta Emergency Gabungan, yang datang ke lokasi disibukan dengan ulah lelaki berusia 25 tahun tersebut.

Sebab, bujukan untuk turun tidak digubris. Belakangan diketahui Amat sengaja menaiki tower dengan ketinggian 84 meter itu untuk bunuh diri.

Informasi yang didapat di lapangan, Amat sudah tiga kali berusaha mengakhiri hidup dengan aksi yang sama.

Warga jalan Berangas Timur Kampung Sejumput Kecamatan Alalak Kabupaten Batola ini menaiki BTS itu tanpa menggunakan alat bantuan apapun, hanya menggunakan baju kaos dan celana pendek tiga perempat saja.

Diperkirakan Amat memanjat tower sekitar pukul 06.00 WITA, karena tanpa sepengetahuan siapapun, apalahi seputaran tower tersebut tak ada yang menjaga.

Oleh sebab itulah dengan leluasa Amat langsung naik ke atas, korban Amat diketahui berada diatas tersebut saat warga sedang melakukan aktivitas sehari-hari. Kemudian warga yang melihat dan langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Berangas.

Tak lama kemudian sejumlah anggota Polsek Berangas, dan Tim Basarnas Banjarmasin bersama tim Rescue serta Emergency Gabungan, langsung mendatangi ke Tempat Kejadian Pekara (TKP), disana tim Basarnas mencoba membujuk supaya korban mau turun.

Akan tetapi bujukan anggota Basarnas tak dihiraukannya malahan korban mau terjun kalau ada yang mendekat, lalu semua tim relawan pun langsung turun.

Sekitar delapan jam ditunggu akhirnya Amat mau turun dan langsung ditangkap anggota relawan lainnya yang sudah menanti ke bawah.

Kepala Desa Berangas Timur Ardiansyah kaget mendengar warganya yang ketiga kalinya mencoba naik tower ini. “Memang Amat mempunyai riwayat kelainan jiwa setelah jatuh dari kapal tongkang,” sebutnya.

Disitulah korban sering kambuh penyakitnya, lalu kita akan kordinasi dengan Kelurahan, Kecamatan, agar korban bisa dirawat di Rumah Sakit Sambang Lihum. “Tentunya dengan didampingi pihak keluarga Amat,” katanya.

Kapolsek Berangas Ipda Abdullah Ahsanun Niam sepakat jika Amat mendapat perawatan di RS Sambang Lihum.

Ia pun akan berkoordinasi dengan pihak keluarga Amat untuk membawanya ke Rumah Sakit Sambang Lihum.

Di satu sisi, Kapolsek heran BTS tidak diberikan pengamanan. “Jadi saya menghimbau kepada para pengusaha BTS untuk dilakukan pengamanan di sekitar BTS masing-masing, supaya menghindari hal-hal yang tak diinginkan nantinya, supaya tak terjadi kembali,” cetusnya. (fik/K-4)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua