• Hari ini : Senin, 11 Desember 2017

Ambruknya Puskesmas Sungai Bilu Dinilai karena Tidak Tanggap

Inilah kondisi bangunan Puskesmas Sungai Bilu di Jalan Simpang SMPN 7 Jalan Veteran Banjarmasin yang ambruk beberapa hari lalu.

Banjarmasin, KP – Anggota komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Drs Syahrani, MT menyesalkan ambruknya Puskesmas Sungai Bilu. Menurutnya, peristiwa ini mestinya tidak sampai terjadi, jika Pemko cepat tanggap dalam menyikapi kontruksi bangunan yang kondisinya sudah tidak layak ditempati tersebut.

“Kita tentunya berharap agar persitiwa ini jangan sampai terulang kembali,’’ ujarnya kepada KP, Selasa (18/7), seraya menambahkan, ambruknya bangunan di Kota Banjarmasin bukan pertama kali terjadi.

Beberapa waktu lalu, ujarnya, atap kanopi Pasar Kong juga ambruk hingga mengakibatkan tiga korban mengalami luka-luka.

“Belum lagi beberapa kali peristiwa ambruknya baliho,’’ ujar anggota komisi dari Partai Nasdem yang membidangi masalah pengawasan bangunan ini.

Syahrani menyebut, agar peristiwa yang bisa mengakibatkan jatuhnya korban jiwa itu tidak sampai terulang, ia meminta, pihak Pemko melalui SOPD terkait untuk meningkatkan penegakkan aturan pendiriaan maupun pengawasan terhadap bangunan.

Salah satunya, katanya menegaskan, terkait pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Nomor : 9 tahun 2012 tentang Pengamanan Objek Vital dan Fasilitas Publik baik milik swasta atau pemerintah serta BUMN.

“Dalam Perda ini diamanatkan pengamanan objek vital dan fasilitas publik dimaksudkan untuk menjaga objek vital dan fasilitas publik dapat berfungsi secara berkesinambungan dan dapat ditempati oleh setiap orang secara aman dan tertib,’’ kata Syahrani.

Sementara itu, menyusul ambruknya Puskesmas Sungai Bilu, komisi IV DPRD Kota Banjarmasin berencana akan memanggil dua SOPD yang dinilai bertanggung jawab atas terjadinya peristiwa itu.

Kedua SOPD yang akan diminta keterangannya adalah Dinas Kesehatan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataaan Ruang (DPUPR).

“Menyusul ambruknya Puskesmas Sungai Bilu dan setelah sebelumnya komisi IV melakukan peninjauan ke puskesmas itu, kami akan berkoordinasi dengan komisi III untuk duduk bersama memanggil dan meminta penjelasan kedua instansi tersebut,’’ ujar Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Sri Nurnangsih ketua komisi dari Partai Demokrat ini kepada KP, Selasa (18/7).

Sebelumnya Sri Nurnangsih mengakui, dari hasil keterangan diperoleh kondisi bangunan Puskesmas Sungai Bilu sudah dua kali dilaporkan ke dinas terkait, namun belum mendapat tanggapan serius untuk segera ditindaklanjuti.

Menurut dia, secara fisik bangunan yang digunakan tersebut memang dinilai sudah sangat tidak layak.

Sebab kontruksi yang digunakan untuk penyangga bagian lantai sudah lapuk dan hanya terbuat dari kayu.

“Memang ada beberapa dari kayu ulin, tapi kebanyakan kayu biasa. Seharusnya, lantai itu dibuat dengan rangka cor beton,’’ imbuhnya.

Pada bagian lain ia mengakui, bila dari segi usia bangunan, dianggap masih belum terlalu tua yakni baru berkisar 13 tahun, sehingga bila terjadi kerusakan demikian ada kemungkinan saat pendirian kontruksi fasilitas kesehatan terjadi kesalahan pada awal pembangunannya.

“Masalahnya kalau dilihat dari bangunannya, belum terlalu tua dan hanya sekitar 13 tahun. Jadi seharusnya masih layak, bila dibangun dengan standar permanen,’’ katanya mempertanyakan.

Komisi IV berharap, Pemko Banjarmasin sesegeranya melakukan perbaikan atau menyediakan tempat layanan kesehatan yang layak bagi masyarakat.

“Untuk sementara waktu menyusul ambruk Puskesmas Sungai Bilu memang pelayanan terpaksa dialihkan kerumah warga sekitar, yang disewa oleh dinas terkait,’’ ujar Sri Nurnangsih. (nid/K-5)

%d blogger menyukai ini: