Antispasi Abrasi, Desa Henda Bangun Siring

ditulis pada 9 Agustus 2017

Guna mengantisipasi abrasi, Desa Henda membangun siring sepanjang 130 meter menggunakan Dana Desa.

Pulang Pisau, KP – Pemerintah Desa Henda, Kecamatan Jebiren pada tahun anggaran 2017 ini memprioritaskan membangun siring sepanjang 130 meter.

Pembangunan siring tersebut menggunakan Dana Desa (DD) dengan menelan anggaran Rp. 234 juta.

Alhasil, pembangunan siring disambut mendapat sambutan baik oleh warga setempat.

Pasalnya, siring menjadi pembangunan prioritas untuk menahan terjadinya banjir dan terjadinya abrasi ketika air sedang pasang.

Kepala Desa Hendah Teguh mengatakan, pembangunan siring sepanjang 130 meter tersebut menggunakan Dana Desa (DD) dengan menelan aggaran sebesar Rp. 234 juta.

Proyek pembangunannya kata Teguh, menggunakan pihak ketiga atau rekanan. Meskipun di kerjakan oleh rekanan, masyarakat setempat juga dilibatkan dalam pekerjaannya.

“Kita juga minta kepada rekanann agar dalam pekerjaan siring ini, 70 persen milibatkan tenaga kerja lokal atau masyarakat setempat,’’ ujarnya.

Lebih lnjut diungkapkan, selain pembangunan siring, pada tahun 2017 ini pemerintah Desa Henda melalui Dana Desa juga mengerjakan lanjutan pelebaran jalan desa.

Proyek pelebaran infrastruktur jalan desa ini lanjut Teguh dikerjakan secara bertahap, mulai tahun 2015 hingga sekarang ini masih berlanjut pekerjaannya.

Pasalnya, keterbatasan anggaran dan banyak program kerja yang menjadi prioritas, memaksa pekerjaannya harus dilakukan secara bertahap.

Untuk tahun ini, pelebaran jalan dikerjakan sepanjang 200 meter, dan tahun depan akan kita anggarkan kembali.

“Harapan kami, proyek pembangunan uinfrastruktur yang di bangun menggunakan Dana Desa ini bisa meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Karena pembangunan yang dilaksanakan ini berdasarkan usulan dan kebutuhan masyarakat,’’ pungkasnya. (sgt/K-8)

You must be logged in to post a comment Login

LANGGANAN BERITA Via EMAIL
Update Berita Terbaru Seputar Kalimantan
Kalimantan Post - Asli Koran Banua.