• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Apindo Minta Bandara International Direalisasikan

IMPIAN BANDARA INTERNATIONAL - Ingin meningkatkan arus kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik agar bisa menyumbang PAD hal utama yang mendesak segara realisasikan pembagunan bandara udara International. (KP/Hifni)
IMPIAN BANDARA INTERNATIONAL – Ingin meningkatkan arus kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik agar bisa menyumbang PAD hal utama yang mendesak segara realisasikan pembagunan bandara udara International. (KP/Hifni)

Banjarmasin, KP – Ketika Pemerintah Daerah menjadikan kunjungan arus wisata menjadi pemasukan PAD, sudah seharusnya ada bandara bersetatus International karena di Kaltim dan Kalbar sudah dahulu ada.
Hal ini diungkapkan Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kalsel Dr Supriadi MM, kepada wartawan, Jumat (16/12), ketika menyikapi kondisi perekonomian banua 2016 dan menuju era 2017 ditengah kondisi perekonomian yang belum pulih.

Diharapkan dengan membaiknya perekonomian jelang akhir tahun ini dimana harga komoditi tambang yang mulai mengalami kenaikan diharapkan akan dapat merubah perekonomian banua disusul komuditas perkebunan sawit dan pertanian.

Terkait pariwisata yang kembali mulai akan dibangkitkan seperti pasar terapung yang perlu digarap maksimal namun juga harus juga diberdayakan objek lainnya seperti Loksado dengan arum jeramnya yang mulai redup untuk sinergi pemerintah daerah harus terus ditingkatkan.

“Bandara kita ini harus benar-benar dibenahi karena jika dibandingkan provinsi tetangga kita saja bandara kita jelas jauh tertinggalnya bagaimana turis mancanegara masuk kedaearah kita jika bandara kita seperti ini, untuk hidup dan majunya dunia wisata bandara kita harus bertaraf International,’’jelasnya.

Dikatakan, jangan sampai bandara hanya menjadi tempat transit wisatawan saja sehingga arus wiasata  sulit bersaing dengan daerah lainnya padahal  cukup banyak masuk ditempat karena cukup banyak objek wisata yang bisa  jual.

Ia menyarankan, agar pengusaha pertambangan untuk melirik dan beralih ke industri jasa dan pemerintah daerah untuk rajin jemput bola mendatangkan investor baru.
“ Kami melihat hingga sejauh ini pengusaha tambang  masih belum banyak  beralih kebidang lain seperti industri padahal sektor ini mulai menjanjikan kedepannya,” ingat pengusaha travel ini.

Belum banyak terlihat persentasinya masih kecil dan pengalihan ini masih belum banyak diminati pengusaha banua sehingga industri jasa ini perlu terus kita dorong untuk terus berkembang.

Industri jasa memang belum menjadi industri berdaya saing global padahal jika dikelola dengan serius potensial industri jasa di Indonesia tak akan kalah dengan negara-negara lain dan tidak hanya cukup sokongan infrastruktur untuk meningkatkan industri jasa di Indonesia,” jelasnya. (hif/k-7)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua