ASPERSI Optimis Target 130.000 Unit Rumah Murah Tercapai

ditulis pada 19 Juni 2017
APRESIASI PENGEMBANG SENIOR - Ketua DPP REI Indonesia dan Kalsel memberikan apresiasi kepada PT Herlina Perkasa H Hasbullah atas pencapaian produksi rumah kelas rakyat yang sangat banyak diulang tahunnya kemaren malam. (KP/Hifni)

APRESIASI PENGEMBANG SENIOR – Ketua DPP REI Indonesia dan Kalsel memberikan apresiasi kepada PT Herlina Perkasa H Hasbullah atas pencapaian produksi rumah kelas rakyat yang sangat banyak diulang tahunnya kemaren malam. (KP/Hifni)

BANJARMASIN, KP – Anggota Asosiasi Pengembang Perumahan Dan Permukiman Seluruh Indonesia (ASPERSI) Kalsel, optimis  target 130 ribu unit rumah murah bisa terealisasi hingga tahun 2017.

Pasalnya peminat rumah ini masih cukup tinggi sehingga pengembang banua terus berproduksi serta memberikan apresiasi kepada pengembang loyal MBR.

“ Saya optimis jika target 130 ribu unit rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Bumi Antasari yang ditargetkan pemerintah  bisa tercapai hingga akhir tahun 2017,” kata Ketua DPP Aspersi Indonesia, Junaidi Abdullah kemaren kepada wartawan.

Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada para pengembang di Bumi Antasari ini seperti PT Herlina Perkasa yang membangun rumah murah sangat banyak setiap tahunnya sehingga pencapaian target optimis bisa lampaui.

Sebelumnya banyak yang mempengaruhi MBR ini tidak tercapai seperti proses perijinan serta birokrasi yang semakin sulit didaerah sesuai keluhan para pengembang, harga tanah yang semakin mahal untuk memangun rumah MBR hingga bantuan dana dari perbankkan serta dukungan pemerintah daerah yang belum maksimal.

Dikatakan Junaidi, seharusnya proses perijinan dan birokrasi pembangunan rumah MBR ini dipermudah pihak pemerintah daerah masing-masing karena MBR ini adalah program pemerintah pusat yang harus disukseskan secara bersama-sama.

Disisi lain, katanya, dengan kondisi perekonomian banua saat ini penjualan rumah semua type mengalami penurunan mencapai 50 persen lebih begitu juga dengan penjualan rumah kelas menengah keatas.

Menurut H Muhtar seorang pengembang, antusias konsumen untuk memiliki hunian atau rumah murah masih cukup tinggi saat ini hal ini dibuktikan dengan pencapaian target setiap Cabang BTN yang ada di Indonesia termasuk di Kalsel, apalagi saat ini sejumlah pengembang senior rumah menengah mulai melakukan ekspansi dengan membangun rumah murah subsidi pemerintah.
“ Alhamdulillah pengembang rumah bersubsidi di banua ini setiap tahunnya terus melakukan produksi hampir semua dikabupaten dan kota karena minat belinya sangat tinggi,” jelas pengembang senior ini.

Ditambahkan H Hasbullah Owners PT Herlina Perkasa Grup, selama ini produksi rumah yang dibangun dikawasan Sungai Andai Banjarmasin Utara selalu didukung Pemko Banjarmasin baik terkait perijinan selalu dipermudah.

Herlina setiap tahun  terus melakukan produksi rumah murah apalagi dari sisi pembiayaan sangat didukung oleh Bank BTN apalagi peminat rumah murah sangat tinggi di Kota Seribu Sungai ini.

Untuk itu pihaknya terus melakukan produksi apalagi lahan dikawasan Sungai Andai ini lahan miliknya masih sangat banyak. (hif/K-7)   

You must be logged in to post a comment Login

LANGGANAN BERITA Via EMAIL
Update Berita Terbaru Seputar Kalimantan
Kalimantan Post - Asli Koran Banua.