• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Atlet NPC Mampu Berprestasi Karena Miliki Mental Kuat

Atlet Peparnas bersama Kadisporbudpar, Zaqly Aswan, pengurus KONI  Gt Perdana,H Hadimi.
Atlet Peparnas bersama Kadisporbudpar, Zaqly Aswan, pengurus KONI Gt Perdana,H Hadimi.

Banjarmasin, KP – Sukses luar biasa ditorehkan atlet-atlet paralimpiyan dari NPC (National Paralimpic Comitte) Provinsi Kalimantan Selatan, yang berhasil masuk 6 besar Peparnas (Pekan Paralimpik Nasional) ke XV di Bandung, Jawa Barat.

Selain sukses merebut 33 medali emas, 23 medali perak dan 22 perunggu, kontingen NPC Kalsel juga meraih kemenangan pada cabang olahraga prestisius, yakni sepakbola, dengan mengalahkan tuan rumah Jawa Barat 4-2.

“Jawa Barat boleh sukses menjadi juara umum Peparnas, namun keberhasilan menjadi hambar karena gagal meraih medali emas dari cabang sepakbola,’’ papar Sekum KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kalsel Drs h Sarmidi M.Kes kepada ‘Kalimantan Post’ di Banjarmasin Rabu (26/10 kemarin.

Apalagi, kata dosen senior FKIP JPOK (Jurusan Pendidikan Olahraga Kesehatan) ULM (Universitas Lambung Mangkurat ) Banjarbaru ini, laga final cabor sepakbola disaksikan langsung Menteri Pemuda Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan Gubernur Jabar, Ahmad Heriansyah (Aher), serta ribuan atlet dari berbagai provinsi di Indonesia.

Semua keberhasilan meraih prestasi tersebut, kata Sarmidi, factor utamanya karena para atlet limpiyan memiliki mental tanding yang sangat kuat, disiplin dalam melakukan latihan dan selalu menghormati para pelatih maupun orang-orang lebih senior dalam kontingen.

Kita bias melihat sendiri bagaimana para limpiyan tersebut berlatih dengan penuh disiplin, menjalankan semua program yang diberikan, dan tidak banyak menuntut, baik fasilitas maupun financial.

“Mereka berlatih dan berlatih tanpa mempedulikan apa fasilitas yang diberikan, dan mungkin tidak memikirkan berapa bonus yang akan mereka terima bila bias menjadi juara. Kondisi demikian kelihatan sangat berbeda dengan sikap dari sebagian atlet yang tampil di PON XIX Jawa Barat, hanya bisa mengantarkan Kalsel di posisi 16 besar, tapi sebelum-sebelumnya selalu rebut menuntut fasilitas dan lain sebagainya,’’ papar Sarmidi.

Sarmidi berharap, keberhasilan atlet NPC KLalsel di Peparnas XV Jabar, bias memberikan motivasi para atlet berprestasi yang dibina KONI, untuk bias meniru mental atlet-atlet limpiyan yang berjuang di arena tanpa memikirkan pamrih apa-apa, tandasnya.

Alami Peningkatan

Official Tim Peparnas Kalsel Abu Sufian,M.Kom menjelaskan, dalam Peparnas XV Jabar, NPC Kalsel yang didukung Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) Provinsi Kalimantan Selatan, menyiapkan 101 atlet limpiyan, untuk menghadapi Peparnas (Pekan Olahraga Paralimpik Nasional) di Jawa Barat yang dijadwalkan belangsung dari tgl 15 – 23 Oktober 2016.

Para atlet, didampingi 22 pelatih dan 9 asisten pelatih, serta 18 official. Akan mengikuti 10 cabang olahraga, yakni atletik, renang, bulutangkis, panahan, tennis meja, catur, goalball, voli duduk, angkat berat dan sepakbola CP.

Kasi Olahraga Prestasi Abu Sufian M.Kom dan Ketua NPC (National Paralimpic Comitte) Kalsel Firdausy, dari 10 cabor yang diikuti, Kalsel mengandalkan perolehan medali pada cabang atletik, renang, bulutangkis, angkat berat dan panahan.

Pada Peparnas XIV  Riau 2012, Kontingen Peparnas Kalsel  menempati posisi ke VI dari 34 provinsi, meraih medali 24 emas, 20 perak dan 24 perunggu. Sedangkan kontingen PON di posisi ke 19 dengan 5 emas.

Sebelumnya di Peparnas Kaltim, kontingen Kalsel di posisi ke 11, sedangkan kontingen  PON XVII berada di posisi ke 18. Pada Peparnas XV Jabar, Kalsel tetap di posisi VI, namun berhasil menambah perolehan medali jauh lebih banyak, emas 33, perak 23 dan perunggu 22. (k-9)

Tag:,
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua