• Hari ini : Kamis, 26 April 2018

Atlet Silat Asli Daerah, Itu Suatu Keharusan

(Foto Ilustrasi)
(Foto Ilustrasi – Atlet Silat)

Tanjung, KP – Mendukung Bupati Tabalong yang sebelumnya telah bertekad akan mempertandingkan atlet asli daerah dari seluruh Cabang Olahraga (Cabor), Ikatan Pencak Indonesia (IPSI) Tabalong komitmen tidak akan mencari atlet luar Kabupaten Tabalong untuk bertanding di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) mendatang untuk mewakili Tabalong.

Hal itu, diungkapkan Ketua Umum IPSI Tabalong H Suryanadie S.Sos MAP, saat memberikan arahan kepada sejumlah perguruan silat binaan IPSI Tabalong dalam Rapat Koordinasi persiapan seleksi atlet silat untuk pengikuti Porprov Kalsel Tahun 2017, bertempat di Auala Balai Latihan Kerja (BKL) setempat belum lama tadi di Tanjung.

Menurut Suryanadie, pihaknya tidak akan mendatangkan atlet luar Kabupaten Tabalong dalam Porprov Kalsel yang dilaksanakan di Kabupaten Tabalong mendatang, “buat apa kita menang jika atlet yang kita pertandingkan bukan putra-putri asli Kabupaten Tabalong,” ujarnya.

“Jadi nantinya seleksi akan dilaksanakan pada tanggal 14,15 dan 16 September 2016 bertempat di Gedung Sarabakawa Tanjung, rencananya akan dibuka oleh Bupati Tabalong. Setelah seleksi ini nanti akan muncul atlet yang bisa kita andalkan untuk mewakili IPSI Tabalong di Porprov Kalsel 2017,” terang Ketum IPSI Tabalong yang juga Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tabalong ini.

Dalan kesempatan itu, Suryanadie juga mengharapkan semua perguruan mengirimkan atletnya untuk mengikuti seleksi, “kami berharap semua perguruan yang bernaung di bawah IPSI Tabalong bisa mengikutsertakan perwakilannya untuk mengikuti seleksi ini, sesuai dengan kelas yang akan diperlombakan. Kami yakin jika semua perguruan tersebut memberikan perwakilannya maka akan terlihat semua akan memiliki potensi. Yang hasilnya nanti selanjutnya akan dibina oleh IPSI Tabalong,” ujarnya.

“Kami berharap gaung IPSI ini dapat muncul kepermukaan dan kejayaan silat di Kabupaten Tabalong dapat terus berkembang. Juga terkait pelaksanaan sekesi ini, kita berharap masyarakat bisa tahu dan dipersilahkan untuk menyaksikan seleksi yang dilaksanakan secaraterbuka ini,” sebut Suryanadie.

Dalam kesempatan itu, Suryanadie juga menjelaskan tujuan kegiatan dilaksanakan kegiatan seleksi tersebut adalah untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa silat di Kabupaten Tabalong masih hidup ditengah-tengah masyarakat, “kami juga berharap tidak hanya prestasi saja, namun perkembangan silat ini juga harus terus dipertahankan,” harapnya.

“Saya tidak berharap masyarakat kita lebih senang menonton tinju, atau sepak bola ketimbang silat, ini tentu berakibat buruk pada budaya silat kita. Kita berharap kedepan kita dapat membuat langkah, agar minat masyarakat kita untuk mempelajari beladiri silat. Jangan sampai yang tadinya kita sudah memiliki lebih 14 perguruan sekarang hanya tingga 14 perguruan dan cenderung berkurang lagi atau bubar dengan sendirinya ini juga menjadi beban moral kita bagaimana tiap tahun perguruan makin tumbuh. Semakin banyak perguruan timbul di masyarakat maka akan semakin besar manfaatnya pada persaingan dalam hal yang positif,” pinta Ketum IPSI Tabalong ini.

Selebihnya dihadapan 14 perguruan silat yang ada di Kabupaten Tabalong tersebut, Suryanadie mengungkapkan bahwa pihaknya merencanakan akab mengundang seluruh perguruan silat guna mendemontrasikan aktifitasnya masing-masing, “kita juga rencana akan mengumpulkan semua perguruan dan kita akan mendemontrasikan semua aktivitas dan keahliannya masing yang tujuannya memang untuk menarik kebanggaan masyarakat tentang beladiri silat ini,” terangnya.

“Terkait rencana seleksi yang akan dilaksanakan, kita berencana akan mendatangkan dua orang wasit luar untuk menilai pertandingan kita nantinya dengan harapan akan menghasilkan yang terbaik,” demikian pungkas Suryanadie.

Senana dengan Ketum IPSI Tabalong, Wakil Ketua Persatuan Silat Nasional (Persinas) Asad Kabupaten Tabalong H Samino mengungkapkan, sebagai salah satu perguruan silat yang ada di Kabupaten Tabalong pihaknya sangat berharap seni beladiri silat dapat hidup kembali di masyarakat Kabupaten Tabalong, sehingga warisan budaya bela diri ini bisa terus lestari dan berkembang dan banyak diminati oleh masyarakat khususnya generasi muda, “saat ini seni beladiri silat kurang diminati oleh masyarakat, lebih lagi kalangan muda yang lebih cenderung pada permainan game di gadgetnya dari pada oleh fisik dengan pencak silat,” ujarnya.

“Jika kita melihat dari sejarah beberapa waktu yang lalu, seni beladiri di Kabupaten Tabalong ini cukup banyak diminati oleh masyarakat, bahkan silat sempat menjadi beladiri andalan, namun saying, saat ini generasi yang mencintai beladiri sangat kurang, sehingga jika kita melihat seni beladiri ini sekarang banyak kalangan tua, namun kedepan kita berharap dengan keseriusan kita bersama, terutama antar perguruan berjalan seiring dan didukung oleh pemerintah kami yakin beladiri silat ini nantinya akan menjadi salah satu olah raga yang digemari oleh masyarakat, bahkan ini bisa menjadi sebuah bela diri kebanggaan di Kabupaten Tabalong,” harap H Samino usai mengikuti Rakor IPSI Tabalong hari itu. (ros/K-6)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua