• Hari ini : Senin, 23 April 2018

Bagandut Bikin ”Himung” Paman Birin

KESENIAN BAGANDUT - Kesenian Bagandut, adalah jenis tarian tradisional berpasangan khas Banjar, pada acara Halal Bihalal Kerukunan Bubuhan Banjar (KKB) se Jabodetabek, baru-baru tadi, di Gedung Serbaguna Jalan Manila Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta. Bagandut didaulat menjadi pemandu acara tersebut, dan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, berkesempatan meladeni tarian Gagandut dalam acara itu. (KP/Hms)
KESENIAN BAGANDUT – Kesenian Bagandut, adalah jenis tarian tradisional berpasangan khas Banjar, pada acara Halal Bihalal Kerukunan Bubuhan Banjar (KKB) se Jabodetabek, baru-baru tadi, di Gedung Serbaguna Jalan Manila Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta. Bagandut didaulat menjadi pemandu acara tersebut, dan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, berkesempatan meladeni tarian Gagandut dalam acara itu. (KP/Hms)

Jakarta, KP – Kesenian Bagandut, jenis tarian tradisional berpasangan khas Banjar, membuat himung atau senang dan bahagia Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor. Betapa tidak, Bagandut menjadi penggiring Halal Bihalal Kerukunan Bubuhan Banjar (KKB) se Jabodetabek, baru-baru tadi di Gedung Serbaguna Jalan Manila Komplek Gelora Bung Karno.

Bagandut didaulat menjadi pemandu acara tersebut. Tidak seperti kegiatan resmi yang menggunakan MC. Paman Birin, sapaan akrap gubernur, menyampaikan sambutan secara santai sambil berjalan memberi salam kepada tamu undangan yang hadir, dengan sesekali diselingi canda saat berdialog dengan para pemain bagandut.

“Ulun himung banar, kawa hadir dan bakumpulan wan Pian barataan (saya bahagia bisa hadir dan berkumpul dengan kalian semua.red),’’ ujar Paman Birin, yang datang bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, Hj Raudhatul Jannah Sahbirin SKM.

Sejumlah tari-tarian tradisional ditampilkan dalam kegiatan yang rutin digelar setiap tahun tersebut. Selain itu juga, digelar bazaar kuliner khas banua, seperti katupat Kandangan, soto Banjar, nasi kuning, buras dan kue-kue tradisional, di antaranya kue lapis, putri salat, roti pisang, dan wadai untuk-untuk.

Diungkapkan gubernur, ada tiga komponen yang ingin disinergikan dalam membangun banua Kalsel, yaitu pemerintah, pengusaha, dan alim ulama. “Melalui pemerintah yang transparans, akuntabel, dan selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, ditambah pengusaha yang mau berbagi dengan masyarakat, serta do’a para alim ulama, insya Allah pembangunan di Kalsel akan semakin maju dan membawa berkah serta kesejahteraan,’’ jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh warga Banjar, baik yang ada di Banua maupun di perantauan, untuk bersama-sama membangun Kalsel. “Kalau kita mau bergotong royong, bahu-membahu, berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing, Insya Allah Banua kita akan semakin berjaya,’’ ujar gubernur.

Pada kesempatan itu, gubernur menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta kepada panitia kegiatan, yang diterima langsung oleh Ketuanya, Nusa Ika. Gubernur juga menyerahkan souvenir kain sasirangan kepada H Lahmudin, urang Banjar yang menetap di Jambi.

Sejumlah tokoh hadir dalam halal bihalal itu, di antaranya mantan MenPAN, Taufik Effendi, mantan Dubes Indonesia untuk Irak, H Moebramsyah, Ketua MUI, KH Amidhan, mantan Walikota Banjarmasin, HM Effendi Ritonga, Ketua Umum KBB Pusat yang juga Gubernur Kalsel 2005-2015, H Rudy Ariffin, anggota DPR RI, HM Aditya Mufti Ariffin dan Indro Hananto, serta sejumlah bupati di Kalsel. (mns/K-2)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua