Bagi Hasil Royalti Penyumbang Terbesar Dana Kalsel

ditulis pada 12 Agustus 2017

Banjarmasin, KP – Atas kekayaan alam yang dimiliki, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) setiap tahunnya mendapatkan jatah bagi hasil dari Pemerintah Pusat.

Pada dua triwulan pembagian hasil tersebut, paling banyak menyumbang dana masih dari sektor royalti.

Dari sektor yang termasuk dalam bagian mineral dan batubara (Minerba) ini, kurun waktu setengah tahun sudah menyumbangkan dana sebesar Rp207.222 miliar.

Di triwulan pertama dan kedua, ditransfer dana bagi hasil royalti masing-masing Rp101.891 miliar.

Sejatinya, dari royalti pertambangan batubara Provinsi Kalsel dalam semester pertama ini sudah menyumbangkan Rp4,3 triliun kepada pemerintah pusat.

“Untuk bagi hasil kita mendapatkan 16 persen, untuk daerah penghasil 32 persen, daerah sekitar penghasil 32 persen, dan sisanya 20 persen untuk pemerintah pusat. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) kita mendapatkan Rp207.222 miliar di semester pertama dari bagi hasil royalti itu,’’ jelas Kabid Dana Perimbangan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel, Erlyta.

Secara keseluruhan, sektor minerba yang terdiri dari royalti, landrent, minyak bumi dan kehutanan diberikan dana bagi hasil kepada Kalsel, sebesar Rp137.378 miliar.

Pada triwulan kedua realisasi pendapatan dari dana bagi hasil di sektor minerba sebesar Rp145.645 miliar.

Dana bagi hasil pusat ke daerah dari sektor Pajak Penghasilan (Pph). Pada triwulan pertama dan kedua, Kalsel mendapatkan bagi hasil Rp81.834 miliar.

Itu terdiri dari Rp33,058 miliar semester pertama dan Rp34.036 miliar semester kedua.

Terakhir, bagi hasil yang didapatkan daerah adalah dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Meski tak terlalu signifikan, sektor ini menyumbangkan Rp909.505 juta pada semester pertama.

Terdiri dari Rp215.766 juta triwulan pertama dan Rp215.766 juta triwulan kedua. (mns/K-2)

You must be logged in to post a comment Login

LANGGANAN BERITA Via EMAIL
Update Berita Terbaru Seputar Kalimantan
Kalimantan Post - Asli Koran Banua.