• Hari ini : Minggu, 19 Agustus 2018

Bagian Tubuh Satwa Dilindungi Incaran Kolektor

BANJARMASIN, KP – Bagian tubuh satwa dilindungi yang hidup ada di wilayah Kalimantaan Selatan (Kalsel) jadi incaran para kolektor.

Transaksi satu koper berisi penuh tengkorak atau bagian tubuh yang sudah diawetkan dari berbagai satwa dilindungi berhasil digagalkan anggota Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Dit Reskrimsus Polda Kalsel.

Pengungkapan kasus dan barang bukti itu, digelar Direktur Krimsus Polda Kalsel, Kombes Pol Rizal Irawan didampingi Wadir, AKBP Dr Sugeng Riyadi SIK MH sejumlah anggota penyidik lainnya, Selasa (15/5) sore.

“Kita juga sudah mengamankan tersangka penjual sekaligus pengumpulnya dengan inisial MA (40), dan terus dikembangkan kasusnya,’’ kata Kombes Rizal kepada awak media.

Dikatakan, pada mula anggota memancing transaksi  bagian tubuh serta kulit satwa itu di halaman Hotel Novotel di kawasan A Yani Km 21, Landasan Ulin Timur Kota Banjarbaru, Jumat (11/5) malam lalu, sekitar pukul 22.30 WITA.

Dan tersangka MA, warga Desa Telaga Jingah RT 12 RW 3 Kelurahan Pantai Hambawang Barat Kecamatan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, akhirnya ditangkap.

Dari pemeriksaan di dalam koper yang dibawanya banyak bagian tubuh satwa itu.

“Kata tersangka sih baru sekali itu, tapi terus diselidiki dan memang dari penggedahan di rumahnya tidak ditemukan barang bukti lainnya lagi,’’ tambah Rizal.

Kini barang bukti disita sebanyak 36 buah taring dan 11 buah kuku Beruang Madu (Helarctos Malayanus)

Lima 5 taring dan 2 lembar kulit Harimau Dahan (Neofelis Diardi), 2 taring Buaya Muara (Crocodylus Porosus).

13 tengkorak dan 2 tanduk Rusa Sambar (Cervus Unicolor), satu kengkorak Kepala Kijang (Muntiacus Muntjak).

Selain itu, petugas juga menemukan pistol angin rakitan serta uang tunai Rp1 juta.

“Semua mau dijual tersangka Rp30 juta, dan kita masih kembangkan ke pengumpul lain, termasuk para kolektornya.

Kasus praktik jual beli ini guna melindungi satwa-satwa yang dilindungi oleh negara ataupun yang bersifat langka,’’ ujarnya.

Perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi ini menjadi perhatian dunia, karena isu perdagangan satwa liar dibahas di forum-forum ASEAN, internasional.

“Ini termasuk transnasional crime,’’ tambah Kombes Rizal.

Dalam kasus ini, tersangka dikenakan pasal 40 ayat 2 Jo pasal 20 ayat 2 huruf d Undang-Undang RI Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dengan ancaman penjara 5 tahun dan denda Rp100 juta (K-2)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua