• Hari ini : Jumat, 19 Oktober 2018

Bahas `Dilema’ Renovasi 17 Mei Berlangsung Alot

BANJARMASIN, KP – Pembahasan renovasi Stadion 17 Mei Banjarmasin berlangsung alot pada Rapat Kerja Komisi IV DPRD Kalsel,  Rabu (10/10).

Sebab, ada ketentuan yang tidak memperbolehkan Pemerintan Provinisi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) mengelurkan anggaran untuk merenovasi stadion tersebut, selama masih dikelola oleh pihak ke tiga dalam hal ini KONI Kalsel.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kalsel, Nurul Fajar Desira mengatakan,  pihaknya sangat ingin merenovasi stadion tersebut.

Bahkan, katanya dari sisi anggaran pemprov sangat siap. Namun lanjutnya, ada aturan yang tidak memperbolehkan.

“Secara aturan perbaikan harus ditangani okeh pengelola stadion. Jalan keluarnya bisa KONI mengundurkan diri.

Jika demikian kita siap menganggarkan dengan semua fasilitas lengkap demi membenahi prasarana keolahragaan.

Tapi sementara ini belum ada jalan keluar sebagaimana persoalan kontrak,’’ tegasnya.

Senada, Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel, Aminuddin Latif menyebut hal yang sama.

Ia mengatakan, dilema renovasi 17 Mei harus diurai dan tidak terjadi pertentangan.  Dikatakannya, untuk mengurai masalah itu KONI bisa menyerahkan baik-baik atau ada kaidah yang harus ditempuh.

“Tidak tepat jika mengatakan ada pembohongan kepala daerah (gubernur) karena belum merenovasi 17 Mei.

Karena prinsipnya kami siap merenovasi tapi ada ketentuan yang harus diikuti.

Merespon aspirasi juga harus dengan cara yang benar dan dibolehkan aturan.

Jadi belum sampai ke pembohongan, karena kami ingin merenovasi tentu saja dalam koridor aturan yang berlaku,’’ tuturnya.

Lebih jauh, Kabid Pengelolaan Barang Milik Daerah Bakeuda Kalsel, M Mirhansyah menjelaskan, kerjasama pemanfaatan aset antara pemprov dengan KONI mulai 2012 sampai 2022.

Pada tahun 2012 sampai 2014 dilaksanakan rehab total 17 Mei.

Saat itu lanjutnya,  posisi aset dikembalikan terlebih dahulu ke pemprov.  Setelah selesai rehab baru dikembalikan lagi ke KONI.

Menurut Mirhan, secara aturan apabila ingin melaksanakn rehab memang harus dikembalikan.  “Dari sisi ketentuan kerjasama bahwa mitra kerjasama yang bertanggug jawab terhadap pemeliharaan, operasional dan pembiayaan lainnya.

KONI merupakan pihak mitra kerjasama yang mempunyai hak dan kewajiban.

“Pemanfaatan aset itu tujuannya untuk peningkatan day guna, peningkatan daya hasil dan peningkatn pendapatan daerah,’’ ucap Mirhan.

Sementara, Asisten I Bidang Pemerintahan Setdaprov Kalsel, Siswansyah menambahkan,  sebagaimana dilaporkan oleh badan pengelola perawatan 17 Mei tambal sulam karena kemampuan keuangan yang terbatas.

Padahal setelah renovasi terakhir fasilitas 17 Mei perlu perawatan.

“Pada 2017 ada usulan untuk renovasi,  ternyata secara aturan pengelolaan keuangan mengenai kewenangan urusan di Dispora, jika meng eluarkan anggaran bertentangan dengn aturan.

Sehingga diperlukan duduk bersama antara pemprov dan KONI untuk adendum MoU, aset dikembalikan sehingga penganggaran disepakati di Dispora, berapa anggaran tergantung kemampuan APBD.

Jadi  harus dikembalikan dulu, pemprov punya niat memperbaiki,’’ bebernya.

Di sisi lain, perwakilan Pengelola 17 Mei,  Yunani, mengaku pihaknya memahami aturan. Terkait mengembalikan, ujar Yunani,  pihaknya perlu evaluasi internal terlebih dahulu.

“Hanya saja kalau diteruskan yang ada kondisiny sepeti yang dilihat, kami tahun ini memperbaiki wc, sudah ada mushala.

Kami tidak bisa memperbaiki lebih besar karena keterbatasan kemampuan anggaran.   Nanti KONI menganalisa apakah harus dikembalikan ke pemda dan pemda yang memperbaiki,’’ urainya.

Di lain pihak, Ketua Komisi IV DPRD Kalsel,  Yazidi Fauzi mengharapkan polemik ini bisa diselesaikan di internal kedua belah pihak.  Dikatakannya, harus ada jalan keluar bersama.

Jika sama-sama bertahan di pendapat masing-masing maka aspirasi masyarkat tidak terakomodir.

“Kami menyarankan antara pemprov dengan KONI ada pertemuan informal.

Intinya renov ini kan untuk meningkatkan prestasi atlet daerah.

Jadi jangan dibiarkan berlarut-larut dan harus ada jalan keluar,’’ pesannya. (mns/K-2)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua