• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Bandara Gelar Simulasi Fire Prevention and Protection

Banjarbaru, KP – Bandara Syamsudin Noor kembali menggelar sosialisasi dan simulasi bertajuk “Fire Prevention and Protection”, Kamis (7/9), guna meningkatkan kewaspadaan terhadap barang berbahaya atau dangerous goods dan barang mudah terbakar di lingkungan kerja bandara.

Bertempat di gedung Fire Fighting and Rescue Bandara Syamsudin Noor, kegiatan ini dimulai pada pukul 09.00 WITA, dihadiri jajaran manajemen bandara, Angkasa Pura Logistik dan EMPU selaku pengelola kargo.

“Kami selenggarakan ini sebagai bagian dari persiapan Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat PKD yang dilaksanakan pada 12 Oktober 2017 mendatang. Memang belum melibatkan semua, tapi nanti H-1 kami juga adakan gladi resik untuk pastikan kelancarannya,’’ungkap General Manager Bandara Syamsudin Noor Handy Heryudhitiawan.

Menurutnya, kegiatan ini penting agar selalu waspada bila ada kejadian tidak diinginkan, seperti kebakaran, sehingga sudah memiliki kesiapan. Setiap bandara harus minimal dua kali melaksanakannya dan untuk Bandara Syamsudin Noor sudah lebih dari dua kali menggelarnya.

Adapun peserta terdiri dari personil Aviation Security sebanyak 7 orang, Angkasa Pura Logistik sebanyak 7 orang dan Empu sebanyak 6 orang.

Mereka mendapat pengarahan berupa materi disampaikan personil bandara yang membidangi fire fighting dan safety dengan menerangkan prinsip terjadinya api, penempatan alat pemadam api ringan (APAR) dan cara menggunakannya serta dari Angkasa Pura Logistik yang menerangkan lebih dalam mengenai dangerous goods.

Setelah itu, sejumlah personil profesional pun diturunkan untuk melatih peserta dalam simulasi pemadaman kebakaran menggunakan metode penyemprotan APAR serta fire blanket atau pemadaman menggunakan kain basah.

Dalam kesempatan sama, Airport Operation dan Services Department Head, Ruly Artha menjelaskan, simulasi kali ini dilakukan konsep, bagaimana mampu memberikan jaminan bagi pengguna jasa, bagaimana juga bisa peduli dengan kondisi operasional di bandara .

“Kita juga fokus dengan dangerous goods karena penangannya berbeda dengan yang lain. Proses pemadamannya ada yang tidak bisa menggunakan air,’’ tuturnya. (wan/K-5)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua