• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Bandara Trinsing Telan Dana Rp253 Miliar

hal-11-4-klm-bandara-trinsing

MUARA TEWEH, KP – Pembangunan Bandara H Muhammad Sidik, yang berada di Desa Trinsing hingga sekarang masih belum bisa dioperasikan. Hal ini karena minimnya sejumlah fasilitas untuk menunjang beroperasinya sebuah bandara angkutan penumpang.

Saat ini panjang landasan pacu mencapai 1.400 meter yang dikerjakan pada tahap I, Kemudian tahap II sudah mencapai 1.850 meter dan tahap III 2.050 meter dengan luas areal kurang lebih 180 hektar.

Kepala Dinas Perhubungan Komonikasi dan Informatika Kabupaten Barut Ir Iwan Fikri, Senin (14/11) mengatakan, pemerintah pusat melalui kementerian perhubungan Sebelumnya mengalokasikan  beberapa kali anggaran hingga seluruhnya mencapai Rp 201 miliar dana dari pusat.

Kemudian melalui APBD Rp 29 miliar salah satunya adalah pembangunan jalan dan beberapa fasilitas lainnya, sehingga total yang dihabiskan mencapai Rp Rp 230 miliar.

Kemudian untuk tahun 2017 nantinya pemerintah pusat kembali mengalokasikan dana Rp 23 miliar diperuntukan seperti pembangunan, rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana bandar udara, pengadaan dan pemasangan pagar pengaman bandar udara, pekerjaan grubing area fasilitas sal darat.

Selanjutnya, pengadaan penangkal petir, pengadaan dan pemasangan greund cebal gedung PH ke gedung operasional, pengadaan pemasangan floud light tiang ganda, pengadaan dan pemasangan AC untuk kantor dan gedung operasional.

Serta tambah Iwan Fikri, pengadaan mobil tangki air kapasitas 10 liter, evaluasi daya dukung pekerjaan landas pacu, ranway dan apron dengan HWO, pengadaan shine 5 PK termasuk kelengkapannya, pengadaan handy mower, pekerjaan pengadaan gedung terminal penumpang, pengawasan pekerjaan, pekerjaan GSE road dan penataan area parkir dengan terminal.

Menurutnya, dana tersebut memang sudah disetujui dan menunggu proses selanjutnya. Termasuk tahap pelelangan melalui provinsi. Untuk proses pelelangan nanti dijadwalkan pada awal tahun.

“Jadi total nilai keseluruhan hingga beroperasi nantinya mencapai Rp 253 miliar, jumlah itu baik melalui APBD dan APBN,’’ tukasnya.(asa/K-8)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua