• Hari ini : Senin, 20 Agustus 2018

Bangunan SDN Ambruk, Guru Berlarian

Inilah SDN yang ambruk di Desa Trans Lajar Papuyuan Kecamatan Lampihong, Selasa (5/9)

Paringin, KP – Salah seorang guru kelas 1 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Papuyuan Kecamatan Lampihong, Aida Fitriani yang sedang menulis dalam ruangan guru, sekitar pukul 12.10 WITA, tiba tiba dikagetkan getaran (adanya gerakan, red) bangunan sekolah.

“Saya kaget di ruangan guru sendirian, tiba tiba terasa ada gerakan seperti gempa dan saya lari keluar ruangan,’’ ujarnya.

Setelah berada di luar ruangan tambahnya. baru sadar ternyata kondisi bangunan sekolah sudah ambruk (tahantak, red).

“Bagaimana jadinya kalau saya lambat keluar ruangan. Tentunya itu bisa mencelakai saya,’’ ungkapnya.

Seperti diketahui, SDN Papuyuan yang ada di Desa Trans Lajar Papuyuan Kecamatan Lampihong, dibangun pada tahun 2015 yang lalu.

Dari pantauan di lapangan, semua tongkat penyangga bangunan berbentuk panggung ini patah karena tidak kuat menahan beban, otomatis bangunan ambruk hingga terendam air.

Beruntung meski musibah ini terjadi pada jam sekolah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Salah seorang warga sekitar, Aud Suparna mengungkapkan, saat kejadian ruang guru dalam kondisi tidak banyak orang, hanya ada satu guru di dalamnya.

“Saya sudah memprediksi bangunan kantor SD ini tidak akan bertahan lama pasti akan ambruk, karena bisa dilihat dari tongkat bangunan yang dipasang kecil,’’ jelasnya kepada awak media.

Menurutnya, kemungkinan besar abruknya ruangan kantor guru sekolah ini karena pembangunannya asal-asalan tidak melihat kondisi di lapangan.

“Sudah tahu dibangun di atas lahan rawa dan bangunan cukup luas, masa tongkatnya yang dipasang kecil,’’ tegas Aud.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Balangan Sulaiman Kurdi saat dikonfirmasi, membenarkan jika ruangan guru di SDN Papuyuan Desa Trans Lajar Papuyuan ambruk.

“Saya sudah kirim staf kesana untuk memeriksanya. Perbaikan ruangan guru ini padahal sudah kita anggarkan perbaikannya karena kondisi memang sudah miring, tapi ternyata roboh duluan,’’ jelasnya.

Terkait dugaan pembangunannya yang asal-asalanya, dirinya tidak menjawab dengan alasan saat pembangunan dirinya masih belum menjabat kepala Dinas Pendidikan.

“Pembangunan ruang guru tersebut sudah ada sebelum saya menjabat Kepala Dinas Pendidikan, jadi pembangunannya bukan di jalan saya,’’ imbuhnya.

Tapi untuk sementara akan lakukan rehab untuk bangunan yang ambruk ini, pungkasnya. (jun/K-2)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua