• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Banjar Kenalkan Wisata Kerbau Rawa

Wisata kerbau rawa di Desa Alalak Padang Kecamatan Cintapuri Darussalam. Untuk menuju desa ini bisa ditempuh melalui jalur darat dengan jarak sekitar 50 km selama kurang lebih 1,5 jam dari Kota Martapura.

Martapura, KP – Di antara destinasi wisata eksklusif di Kabupaten Banjar, ada wisata kerbau rawa atau yang oleh masyarakat setempat menyebutnya “hadangan kalang’’.

“Wisata kerbau rawa ini adanya di Desa Alalak Padang Kecamatan Cintapuri Darussalam. Untuk menuju desa ini bisa ditempuh melalui jalur darat dengan jarak sekitar 50 km selama kurang lebih 1,5 jam dari Kota Martapura,’’ jelas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Haris Rifani, kemarin.

Kerbau rawa oleh masyarakat setempat diternak di lahan rawa, bahkan memiliki kalang atau kandang di atas rawa. Berbeda dengan kerbau pada umumnya yang sesekali saja berendam di kubangan air, kerbau rawa menghabiskan hampir seluruh harinya di dalam rawa, mereka naik ke kandang ketika sore menjelang malam dan segera turun ke rawa-rawa untuk mencari makan dan aktivitas lainnya begitu matahari pagi menampakkan sinarnya.

Dari Desa Alalak Padang untuk menuju kandang kerbau, tidak bisa melalui jalur darat, tapi menggunakan transportasi air seperti kelotok (sejenis perahu bermesin tempel) dari Dermaga Desa Alalak Padang.

Perjalanan dari Dermaga Desa Alalak Padang menuju kandang kerbau yang ada di tengah rawa-rawa memerlukan waktu kurang lebih 10 menit.

Walau hanya sebentar, ini merupakan perjalanan sensasional dan akan memberi pengalaman tak terlupakan.

“Kita akan disuguhi pemandangan deretan rumah panggung dan juga aktivitas khas masyarakat setempat. Selain itu di sepanjang perjalanan, pemandangan ekosistem rawa dengan berbagai vegetasi tanaman air seperti eceng gondok dan purun kudung, makanan utama kerbau rawa yang sebagian menutupi permukaan rawa,’’ jelas Haris.

Kandang-kandang kerbau rawa terbuat dari susunan kayu gelondongan dan dilengkapi dengan pagar di sekelilingnya.

“Saya rekomendasi waktu paling bagus melihat aktivitas kerbau rawa, termasuk mengambil gambar adalah pada pagi hari waktu kerbau turun ke air dan sore hari saat naik kandang,’’ demikian Haris. (wan/K-5)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua