• Hari ini : Minggu, 23 September 2018

Banjar, Kini `Kindai Limpuar’

KP/Opiq

PANEN PADI – Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, didampingi Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalsel, Fathurrahman dan Bupati Banjar H Khalillulrrahman, turut memotong padi saat panen penangkaran padi varietas Situ Patenggang, di area persawahan Alam Roh 9, Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat, Kamis (13/9)

Martapura, KP -Kabupaten Banjar, memperkokoh Provinsi Kalimantan Sekatan (Kalsel) menjadi salah satu lumbung padi atau kindai limpuar.

“Tak menampik pemanfaatan lahan rawa lebak yang dulunya lahan tidur di Desa Sungai Batang, Kabupaten Banjar, kini jadi salah satu kindai limpuar,’’ kata Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor usai panen penangkaran padi varietas situ patenggang di Desa Sungai Batang, Kabupaten Banjar, Kamis (13/9).

Dengan hasil panen ini juga, memperkokoh status Kalimantan Selatan sebagai salah satu penyangga pangan nasional.

Menurut Gubernur, pembangunan lahan oleh kelompok tani alamroh adalah satu terobosan menyikapi berkurangnya lahan sawah akibat alih fungsi.

Gubernur mengaku tengah berupaya menguatkan pertumbuhan ekonomi untuk beralih dari sumber alam tak terbarukan menjadi sumber alam terbarukan. Salah satunya, pertanian.

“Sudah saatnya Kalsel menggeser ketergantungan dari sumber daya tak terbarukan menjadi terbarukan, tujuannya untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan,’’ jelasnya.

Sektor pertanian, lanjut gubernu yang akrab disapa Paman Birin, merupakan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan dan sekaligus komponen utama dalam membangun kedaulatan pangan yang berkelanjutan.

Sementara Bupati Banjar, H Khalilulrahman, mengatakan, pemanfaatan lahan tidur akan berdampak pada meningkatnya produksi beras dan kesejahteraan para petani.

Selain membantu para petani, hal tersebut juga akan mempertahankan predikat swasembada beras di daerah.

Sebab dengan semakin rajinnya masyarakat bertani, maka akan semakin meningkatkan produksi padi.

Hal ini tentu juga akan meningkatkan ekonomi keluarga petani.

“Peningkatan hasil produksi beras petani ini semoga akan menjadikan masyarakat Kabupaten Banjar lebih sejahtera dan barokah,’’ katanya.

[]Bantu Masjid

Setelah kegiatan tersebut, gubernur berkenan ke Masjid Al Yaqin di Jalan Sungai Jingah RT 5, Kelurahan Sungai Jingah, Banjarmasin Utara.

Rupanya, Paman Birin memiliki kenangan tersendiri. Selain mendalami ilmu agama, khususnya belajar mengaji Al Quran, juga azan.

“Alhamdulillah, ulun bisa kembali bersilaturahmi di kampung Sungai Jingah ini, terlebih dapat bertemu guru yang pernah mengajari membaca Al Quran di Masjid Al Yaqin ini, yaitu Penghulu Muhtar Sarman dan guru lainnya,’’ ujarnya seraya  peletakan batu pertama rehab total Masjid Al Yaqin.

Dalam kesempatan itu,gubernur memberikan bantuan pribadi sebesar Rp100 juta untuk mempercepat penyelesaian pembangunan masjid.

Sebelumnya di Bulan Ramadhan 1439 H, Paman Birin juga menyerahkan bantuan untuk Masjid Al Yaqin Sungai Jingah ini.

Bahkan, lanjut Paman Birin, di masjid ini pula telah mengajarkan dirinya berorganisasi kemasyarakatan.

Paman Birin mengaku ingat betul saat mendapat amanah sebagai Ketua Remaja Masjid Al Yaqin Sungai Jingah.

Di temani pengurus lainnya, kegiatan organisasi remaja masjid berjalan sesuai rencana yang disusun berdasarkan musyawarah, nasihat alim ulama dan tetuha masyarakat.

Menyinggung peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Yaqin, gubernur berharap bukan yang terakhir.

Tetapi harus berlanjut sampai tahap akhir pembangunan, sesuai yang direncanakan panitia pembangunannya.

Keberadaan sebuah masjid, menurut Paman Birin, tidak hanya untuk melaksanakan salat dan mengaji. Tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk bersilaturahmi, memperdalam ilmu Agama Islam serta tempat bermuzakarah. (*/K-2)

 

 

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua