• Hari ini : Senin, 11 Desember 2017

Banjarbaru Dicanangkan Jadi Kota Inklusi

Bunda PAUD Ririen Kartika bersama narasumber seminar nasional dan sosialisasi pembudayaan pendidikan inklusi.

Banjarbaru, KP – Peringatan Hari Anak Nasional, Selasa (1/8), di depan Balai Kota juga dirangkai Pencanangan Banjarbaru sebagai Kota Inklusi.

Menurut Walikota Nadjmi Adhani yang menghadiri pencanangan tersebut, inklusi sendiri merupakan sebuah pendekatan untuk membangun dan mengembangkan sebuah lingkungan yang semakin terbuka lalu mengajak masuk dan mengikutsertakan semua orang dengan berbagai perbedaan latar belakang, karakteristik, kemampuan, status, kondisi, etnik, budaya.

“Terbuka dalam konsep lingkungan inklusi, berarti semua orang yang tinggal, berada dan beraktivitas dalam lingkungan keluarga, sekolah ataupun masyarakat, merasa aman dan nyaman mendapatkan hak dan melaksanakan kewajibannya,’’ tandasnya.

Lingkungan inklusi, lanjutnya, adalah lingkungan sosial masyarakat yang terbuka, ramah, meniadakan hambatan dan menyenangkan, karena setiap warga tanpa terkecuali saling menghargai dan merangkul setiap perbedaan.

“Mewujudkan kota inklusi memerlukan pemahaman terhadap terciptanya masyarakat inklusi yang saling bertanggung jawab untuk mengupayakan dan menyediakan kemudahan berupa bantuan layanan dan sarana agar masing-masing dapat terpenuhi kebutuhannya, melaksanakan kewajiban dan mendapatkan haknya,’’ tandasnya.

Juga masyarakat yang terbuka bagi semua, tanpa terkecuali yang universal tanpa mengenal perbedaan suku, agama, ras dan ideologi.

Masyarakat yang ramah bagi semua, yang setiap anggotanya saling mengakui keberadaan, menghargai dan mengikutsertakan perbedaan.

Pada pencanangan tersebut, juga digelar seminar nasional dan sosialisasi pembudayaan pendidikan inklusi dengan tema “Melangkah bersama tanpa diskriminatif untuk menciptakan layanan berkarakter inklusi di Kota Banjarbaru’’, di Gedung Bina Satria.

Seminar ini dibuka Bunda PAUD Banjarbaru Hj Ririen Kartika dengan jumlah peserta sebanyak 300 orang, terdiri dari kepsek pada setiap satuan jenjang pendidikan (PAUD/SD/SMP/SMK), guru pendamping khusus pada setiap satuan jenjang pendidikan dan orang tua ABK. (wan/K-5)

%d blogger menyukai ini: