• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Banjarbaru Kembali Raih Adipura

Walikota Nadjmi Adhani dengan Piala Adipura dan Adiwiyata Mandiri.

Banjarbaru, KP – Walikota Nadjmi Adhani mewakili masyarakat Banjarbaru untuk ketiga kalinya menerima Anugerah Piala Adipura. Juga Piala Adiwiyata untuk SDN 1 Komet Banjarbaru.

Untuk penyerahan Piala Adiwiyata Mandiri bertempat di Plaza Ir Soedjono Manggala Wanabakti Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Jakarta, Rabu (2/8).

Sedang untuk Piala Adipura diserahkan pada malam harinya di Auditorium Manggala Wanabakti.

Sejak ikut berpartisipasi, Kota Banjarbaru sudah mendapatkan 7 Piala Adipura, yaitu tahun 2009, 2010, 2011, 2012, 2015. Lalu Piala Adipura Kirana 2016 dan Piala Adipura 2017.

Nadjmi sendiri menyampaikan rasa syukur karena Kota Banjarbaru kembali meraih Piala Adipura yang merupakan salah satu lambang supermasi tertinggi untuk kebersihan kota, juga Piala Adiwiyata Mandiri yang diraih SDN 1 Komet Banjarbaru.

Dijelaskan Nadjmi, beberapa upaya dilakukan Pemko, diantaranya kebijakan dan implementasi pembangunan lingkungan hidup, ini dilakukan dengan tujuan membangun lingkungan sehat dan dinamis.

Sasarannya adalah kawasan pemukiman, perkantoran dan sentra ekonomi agar Banjarbaru menjadi kota hijau, bersih, sehat dan ramah lingkungan.

“Arah kebijakan dibuat untuk penataan infrastruktur dan penataan lingkungan,’’ tandasnya.

Dijelaskan Nadjmi, juga program pengembangan kinerja pengelolaan persampahan dari Dinas Lingkungan Hidup, terdiri dari penyediaan dan peningkatan operasi serta pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan, peningkatan operasi dan pemeliharaan rutin TPS dan Kontainer, mobilisasi alat berat, peningkatan pengelolaan air limbah dan sampah pada TPA.

“Pengurangan sampah dilakukan dengan mengurangi dari sumbernya, yaitu mendorong terbentuknya 25 – 30 bank sampah di tingkat masyarakat setiap tahun, membina bank sampah yang sudah terbentuk serta mengaktifkan kembali bank sampah yang ada melalui penyuluhan dan pelatihan,’’’ tandasnya.

Sedang untuk inovasi, diantaranya pemanfaatan lahan daerah rawa yang banyak terdapat tanaman purun di Kelurahan Palam, sehingga menjadi Kampung Purun, lalu Kampung Pelangi, Kampung pejabat (Penjual Jamu Loktabat). Lalu program Kampung Iklim (Proklim).

“Tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Ruang Terbuka Hijau juga cukup baik. Ini dapat dilihat dari semakin banyaknya Komunitas Pecinta Lingkungan di Banjarbaru,’’ tandasnya. (wan/K-5)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua