• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Banjarmasin Gagal Jamin Kelancaran Gas Melon

GAS MELON – Sekarang ini banyak pengusaha menengah keatas yang menggunakan gas melon ini untuk kegiatan usahanya, padahal gas elpiji 3 kg inui diperuntukan bagi warga miskin. (Dokumen)

BANJARMASIN, KP – Persoalan penggunaan gas elpiji 3 kg tepat sasaran di Banjarmasin sampai sekarang belum bisa terlaksana dengan benar. Hal ini dibuktikan dengan banyak pelaku usaha menengah keatas yang menggunakan gas yang diperuntukkan warga miskin itu.

Salah satu pelaku usaha itu yakni pembina laundry. Menurut Sekretaris Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Provinsi Kalsel, Irfani, gas elpiji yang berjuluk gas melon itu padahal sudah jelas untuk warga miskin, kenapa dipakai untuk usaha laundry.

Setelah ditelusurinya, alasan mengapa pengusaha laundry menggunakan elpiji. Mereka berat membayar beban listrik untuk pengeringan laundry. Sehingga mereka menjadikan gas elpiji untuk membantu proses pengeringan baju-baju atau celana yang dicuci.

“Gas elpiji boleh saja digunakan untuk mereka, namun jangan yang 3 kg, pakailah yang komersial dengan berat 12 kg atau 5,5 kg karena usahanya masuk kategori menengah dan omsetnya lumayan besar,’’ katanya kepada wartawan.

Sementara itu Kabag Ekonomi Pemko Banjarmasin, Lily Dwiyanti mengungkapkan, pihaknya akan segera melakukan survei mengenai keadaan diatas. Gas elpiji 3 kg itu seharusnya untuk warga miskin, bukan pelaku usaha seperti di atas.

“Kan masih ada gas elpiji 5,5 kg. Harusnua pelaku usaha itu tahu diri dan gas melon bukan untuk golongannya,’’ ucapnya di Balaikota Banjarmasin, Selasa (9/1).

Lily melanjutkan, berdasarkan UU No 20 Tahun 2008 dan Perpres No 104 Tahun 2007, Permen SDM No 26 Tahun 2009, maka peruntukkan elpiji 3 kg hanya untuk rumah tangga berpenghasilan tak lebih dari Rp1,5 juta per bulan dan usaha memiliki omset 300 juta per tahun dilarang memakai elpiji subsidi.

Kuota elpiji subsidi 3 kg di Kalsel hanya 87 ribu metrik ton per tahun 2017. Sementara kuota nasional 6.199.000 metrik ton elpiji subsidi dan untuk jatah Kalsel hanya 2 persen dari kuota nasional. (vin/K-5)

 

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua