• Hari ini : Jumat, 19 Oktober 2018

Banjarmasin Luncurkan E–Tandatangan Perizinan

E-TANDATANGAN – Kepala DPMPTSP Banjarmasin, Ir H Muryanta saat memperlihatkan E– Tandatangan Perizinan kepada Asisten I Sekdako Banjarmasin Drs H Gazi Ahmady dan pejabat eselon II Banjarmasin, disela-sela menunggu kedatangan Menteri PAN RB, di kantornya Jalan Sultan Adam Banjarmasin, Senin (23/4). (KP/Narti)

BANJARMASIN, KP – Keberhasilan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banjarmasin di tingkat nasional yang masuk lima besar mendorongnya untuk lebih mengembangan inovasi lagi. Bahkan mulai 15 April melakukan launcing “E–tandatangan’’ dalam mempercepat pemberian pelayanan perizinan.

“Memang sekarang E-tandatangan masih terbatas izin SKTU. Tetapi kedepan akan diperluas pelayanan yang cepat selama dua jam,’’ ucap Kepala DPMPTSP Banjarmasin, Ir H Muryanta kepada wartawan, di Banjarmasin, disela-sela menunggu kedatangan Menteri PAN RB, di Kantornya Jalan Sultan Adam Banjarmasin, Senin (23/4).

Bahkan, katanya, jika melakukan pengajuan berkas menggunakan email selama kelengkapannya tercukupi setelah jadipun permohonan surat bisa dikirim melalui email. Hal ini untuk mempermudah pelayanan setelah pengajuan berkas, pemohon bisa menerima berkas melalui email.

Ditanya tingkat keamanan terhadap pemalsuan. Muryanta berani menjamin E- tandatangan aman untuk digunakan. Sebab, ujarnya, pihaknya telah berkerjasama dengan aplikasi Badan Sauber dan Sandi Negara (BSSN). “Kalau ini kami sudah MoU 15 Februari lalu. Jadi dijamin aman,’’ katanya.

Selain itu, program unggulan lain juga telah diluncurkan pada Maret lalu. Yakni Berkas Jadi Tiga Perizinan (Sejati). Dimana biasanya tiga proses perizinan dilakukan dalam waktu 9 hari, dengan program ini permohonan hanya memerlukan waktu maksimal 3 hari. “Bahkan sering dua hari sudah selesai,’’ tandasnya.

Khusus pelayanan program one day service juga terus ditingkatkan. Salah satunya dengan mempersingkat waktu dalam setiap pelayanan. Saat ini, ujar Muryanta, layanan tersebut hanya memerlukan waktu 4 sampai 5 jam saja.

“Namanya sekarang 3D. Diserahkan dua jam diterima. Tapi syaratnya harus punya email,’’ pungkasnya.

Ditambahkan, memang Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banjarmasin hingga memasuki akhir April sudah mengeluarkan 3.600 izin. Yang mendominasi adalah pembuatan izin Surat Keterangan Tempat Usaha (SKTU).

Perizinan di Banjarmasin terus meningkat. Dari data DPMPTSP hingga triwulan pertama 2018 ada 3.600 izin yang sudah dikeluarkan. Angka tersebut naik dibanding 2017 lalu yang hanya berkisar di angka 3.000 an.

Muryanta mengklaim, naiknya angka tersebut tidak lain karena adanya inovasi yang terus dilakukan. Khususnya dalam bidang kemudahan dalam proses pembuatan izin. “Perizinan sebagian besar sudah secara online. Ada enam perizinan pokok, seperti SIUP, TDP, IMB, SKTU, Perizinan Insidetel seperti pertunjukan,’’ katanya.

Kemudian, dari enam perizinan tersebut yang paling banyak dikeluarkan izin untuk 2018 ini yakni SKTU dan 40 persen lebih permintaannya adalah izin pembuatan Rumah Makan (RM). “Dalam SKTU itu terbagi lagi, seperti pembangunan Ruko, restoran, dan tempat usaha lainnya,’’ jelasnya.

Karena itu, pihaknya juga telah meluncurkan program tandatangan elektronik (e-tandangan) untuk pembuatan SKTU. Dimana pemohon dimanjakan dengan proses lebih mudah, hemat biaya, dan tidak banyak memakan waktu. (vin/K-5)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua