• Hari ini : Selasa, 17 Juli 2018

Bank Kalsel Dukung Pengembangan UKM di Banjarmasin

KREDIT UKM-- Rudi Sahrinsah  Pemimpin Divisi Bisnis Mikro Bank Kalsel saat berbicara dihadapan ratusan UKM, di Aula Pemko Banjarmasin, Sabtu (18/11) yang sebelumnya Ketua Hipmikindo Banjarmasin Yeni Mulyani saat menyerahkan cindra mata pada perwakilan OJK ke Andika Prasetyo dan juga pada stap ahli Walikota Bidang UKM Ir H Doyo Pudjadi. (KP/Narti)
(KP/Narti)

Banjarmasin, KP – Upaya Bank Kalsel mendukung pengembangan UKM terus dilakukan. Bahkan secara khusus tahun 2016, mengalokasikan Kredit Usaha Rakyat Mikro sebesar Rp15 Miliar dan KUR Ritel sebesar Rp35 Miliar,  dengan suku bunga setahun 9,9 persen dengan jangka waktu 3-5 tahun.

Khusus plafond  untuk kredit usaha mikro dari Rp5-15 juta dan dengan modal kerja sampai dengan 3 tahun, dan investasi sampai dengan 5 tahun dan plafond  Rp 25 juta sampai Rp 500 juta jangka waktu  modal kerja sampai 4 tahun, dan untuk  investasi 1-5 tahun, kata Rudi Sahrinsah Pemimpin Divisi Bisnis Mikro Bank Kalsel saat berbicara dihadapan ratusan UKM, di Aula Pemko Banjarmasin, Sabtu (18/11).

Bahkan dalam acara kegiatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 9 Kalimantan Literrasi dan Edukasi Keuangan yang mengambil thema ‘Membina UMKM Yang Sukses Melalui Edukasi Keuangan’  Rudi mengatakan memaparkan, Bank Kalsel juga mempunyai program Kredit Banua Mikro, Kredit Banua Ritel dan Kredit Banua Peduli yang merupakan bentuk diversifikasi dari Kredit BPD Peduli yang telah ada dengan fokus kepada usaha mikro, kecil dan menengah dalam rangka membantu para pelaku Usaha UMKM untuk pembiayaan usaha produktif yang feasible dan belum atau telah bankable, katanya.

Jadi, katanya, melalui dukungan tersebut Bank Kalsel bertekat pengembangan UMKM di Kalsel dan Banjarmasin khususnya  secara penuh pendukung upaya untuk kemajuan UMKM, termasuk melakukan literasi keuangan untuk umkm di banua, tak terkecuali di Kalsel.

Hal ini dibuktikan dengan mendukung  kegiatan Literasi dan edukasi keuangan kerjasama Hipmikindo Banjarmasin dan OJK menjelaskan, pelaku UMKM memang perlu untuk dilakukan pembinaan soal keuangan, sehingga saat ingin ke perbankan, mereka tidak kesulitan lagi memenuhi persyaratan, terutama soal pembukuan keuangan.

“Melalui kegiatan edukasi ini dharapkan memberikan informasi tentang tata cara pengajuan kredit di Bank Kalsel dan memberikan informasi soal beberapa produk Bank Kalsel yang ditujukan ke UMKM,” ucapnya yang disambut tepuk tangan meriah.

Bahkan, katanya, beberapa produk Bank Kalsel yang ditujukan kepada
UMKM yaitu, Kredit Banua Mikro (KMB-), Kredit Banua Peduli (KBP)  dan Kredit Banua Mikro (KBM). “Suku bunga juga sangat rendah dibawah suku bunga pasar, seperti KBM hanya 9,9 persen, KBP hanya 12,5 persen dan KBR sebesar 13,5 persen,” jelasnya.

Khusus persyaratannya juga sangat mudah, apalagi pelaku usaha yang
sudah ikut edukasi literasi keuangan akan lebih mudah untuk
mendapatkan akses kredit ke perbankan.

Ketua Hipmikindo Banjarmasin Yeni Mulyani sepenuhnya mendukungan Bank Kalsel sebagai bank daerah memang sangat besar dalam  mendorong pelaku UMKM bisa terakses perbankan. Dengan mendapatkan modal dari perbankanmaka pelaku UMKM akan lebih mudah untuk mengembangkan usahanya.

“Memang masalah utama dari UMKM adalah modal dan pemasaran, dukungan bank daerah sangat penting untuk memajukan UMKM di banua,” demikian Ketua Hipmikindo Banjarmasin yang mengaku selaras dengan visi misi Walikota Ibnu Sina dan Wakil Walikota Hermansyah dalam mengembangan wisra usaha baru.(vin/K-5)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua