Dalam kegiatan tersebut, pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ‘Pembalah Batung’ Amuntai menjadi sorotan. Selain itu, kebersihan RS juga mendapat perhatian.
Bupati HSU HM Aunul Hadi mengungkapkan, RS agar memperhatikan pelayanan, khususnya jangan ada perbedaan antara pasien Askes, Jamkesmas dengan pasien umum lainnya, kebersihan ruangan dan peralatan lainnya, serta harga obat jangan mahal dari apotik luar (pasaran-red).
Orang nomor satu di ‘Kota Bertaqwa’ ini, juga menambahkan, bahwa dirinya juga ada mendengar terkait dengan pelayanan, maupun kebersihan RS tersebut, oleh karena itu, dia berharap agar pelayanan, serta kebersihan maupun hal lainnya, supaya diperhatikan.
``saya minta RSUD Pembalah Batung lebih memperhatikan pelayanan, jangan ada perbedaan antara pasien Askes, Jamkesmas dengan pasien umum lainnya, serta kebersihan ruangan dan peralatan lainnya, juga diperhatikan,’’ katanya.
Sebelumnya, Direktur RSUD Pembalah Batung, dr Syafril memaparkan, berbagai strategi serta upaya yang akan dilakukan guna lebih meningkatkan pelayanan, serta mengungkapkan keinginan beberapa langkah strategis, diantaranya keinginan RSUD ke depannya menjadi Badan Usaha Layanan Daerah (BLUD), restrukturisasi SOTK, peningkatan pelayanan, kebersihan dan beberapa kebijakan lainnya. ``Kita akui, dahulu ada satu tempat tidur yang hanya memiliki satu sprei, sehingga tidak diganti selama sembilan hari dan ini dikeluhkan pasien, tetapi sekarang sudah tidak lagi, karena kita telah menyiapkan satu tempat tidur dengan dua sprei, sudah bisa digantilah spreinya,’’ terang Syafril.
Hal senada, juga diungkapkan Wakil Bupati Syahdillah S.Sos M.Si, yang juga hadir dalam kesempatan tersebut, menceritakan kalau pelayanan di salah satu RS di daerah lain, menurutnya selalu menjaga kebersihannya.
Bahkan, cerita Wabup, di mana ketika ia datang berobat disambut dengan ramah dan akrab oleh petugas. ``Ruangan saya masih bersih, ternyata pada siang hari, datang lagi petugas membersihkannya, saya sempat menegur, karena kamar saya masih bersih dan dijawab petugas bahwa ini memang tugas rutinnya,’’ paparnya.
Wabup mengharapkan, dari cerita ini, bahwa apabila pelayanan baik, rumah sakitnya bersih dan harga obat seharga pasaran, maka masyarakat mana pun juga akan datang dengan sendirinya.
``Memang RSUD Pembalah Batung salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi jangan sampai harga obat memberatkan dan akhirnya menjadi keluhan masyarakat, karena RS ini untuk
kepentingan masyarakat,’’ papar Wabup Syahdillah.
Terpisah, Ketua Komisi III DPRD HSU H Wahyudin SH MH, ketika diminta tanggapan mengenai pelayanan, kebersihan dan mahalnya harga obat, menuturkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan peninjauan langsung ke RSUD tersebut. (nov/K-6)



