Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan, belum lam tadi itu, diikuti peserta terdiri dari sebagian besar anak-anak yang putus sekolah dan juga bagi anak-anak yang hanya lulus SLTA dan tidak dapat melanjutkan ke perguruan tinggi.
Dengan adanya wirausaha yang telah mendapatkan pelatihan selama dua bulan itu, agar bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri sesuai kemampuan dan keahlian yang mereka dapatkan nantinya.
Pada kesempatan itu, Bupati HSU HM Aunul Hadi mengungkapkan, kegiatan pelatihan ini agar bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, karena hal itu bertujuan dengan masalah ketrampilan kerja atau dunia usaha yang akan dikembangkan nantinya.
Ditambahkannya, Pemkab berharap kepada para peserta pelatihan agar dapat memilih lapangan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang dimilikinya, dan nantinya pelatihan tersebut dapat bermanfaat diterapkan di lingkungan mereka tinggal. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat juga harus merubah pola fikir yang lebih baik, agar bisa meningkatkan perekonomian dikeluarganya
Ke depannya pelatihan tersebut, diupayakan dianggarkan dengan dana yang lebih besar, terutama penambahan fasilitas praktek, kemudian asrama pelatihan juga akan diupayakan pemerintah untuk dibangun, mengingat para peserta lain masih banyak yang belum mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan ketrampilan dari pemerintah.
``Kita berharap dan akan mengupayakan tujuan pembangunan asrama dan penambahan fasilitas alat praktek agar mereka yang belum mendapat kesempatan bisa mendapatkan pelatihan,’’ ujar bupati.
Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Disosnaker) HSU, Hazairin menyatakan, pelatihan tersebut bertujuan untuk mengatasi penganguran yang selama ini semakin meningkat, untuk itu pemerintah memberikan kesempatan kepada wirausahawan untuk mendapatkan pelatihan dan bisa membuka peluang usahanya sendiri. (nov/K-6)



