Amuntai, KP – Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Amuntai, terus menggalakan, kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), yang bertujuan memberikan salah satu wadah yang bernilai positif, dan bermanfaat.
Melalui kegiatan UKM diharapkan dapat memberikan wadah untuk kegiatan positif mahasiswa, serta dapat meminimalisir kegiatan yang dinilai bersifat radikalisme yang saat ini juga perlu diwaspadai di kalangan para mahasiswa.
Sebagaimana diketahui, maraknya kasus pencucian otak akhir-akhir ini yang ditujukan kepada mahasiswa untuk dijadikan pengikut yang sifatnya berbahaya bagi keutuhan bangsa seperti radikalisme.
Ketua STIPER Amuntai, Ir Azwar Zaihani MP, kepada sejumlah wartawan mengungkapkan, bahwa STIPER sudah memiliki beberapa wadah kegiatan untuk mahasiswa, seperti, UKM, Himpunan Mahasisawa Jurusan (HMJ) ataupun UKM Mapala (Mahasiswa Pencinta Alam) sebagai ajang untuk mengisi kegiatan yang bernilai positif.
Menurutnya, setiap kegiatan mahasiswa di kampusnya selalau dilakukan pemantuan baik sepengetahuan dan izin dirinya dan juga para dosen yang mengajar di kampusnya tersebut, agar tidak ada kegiatan yang dinilai menyimpang. ``Kita tidak bisa membiarkan, baik itu individu atau sifatnya organisasi melakukan kegiatan di kampus jika hal tersebut, bisa mengarah yang bersifat menyimpang,’’ tegasnya.
Ditambahkannya, beberapa kegiatan lain yang sudah lama berjalan, seperti kegiatan keolahragaan mahasiswa yang pernah masuk lima besar kejuaraan lari maraton yang diselenggrakan PT Arumin di Kabupaten Tanah Bumbu, beberapa waktu lalu. Bahkan, STIPER Amuntai juga pernah menjadi juara satu untuk kategori kewirausawahan untuk tingkat perguruan tinggi se Kalsel pada 2010.
``Kami akan terus memacu keinginan para mahasiswa untuk beraktivitas dan berkereasi, untuk bisa ke arah yang positif, guna menghindari paham–paham yang baru seperti yang lagi marak terjadi di negara kita yakni pencucian otak (indoktrinisasi.red),’’ katanya.
Selain itu, guna meminimalisir dan mencegah paham-paham yang dinilai menyimpang, pihaknya akan menginstruksikan kepada semua mahasiswa yang kurang lebih 700 orang untuk dua jurusan yakni Agrobisnis Pertanian dan Teknologi Pertanian, agar tidak keluar dari jalur dan tetap berada dalam komunitas mahasiswa yang ada di STIPER Amuntai.
Mahasiswa dinilai rawan untuk disusupi oleh ideologi radikal itu, kemungkinan adalah orang yang sedang labil, kurang perhatian dalam lingkungan keluarga bahkan pergaulan di kampus.
Sementara itu, Wabup HSU H Syahdillah, terkait dengan paham radikalisme yang dinilai dapat menyimpang di kalangan mahasiswa mengungkapkan, agar mahasiswa dan juga pelajar, diharapkan terus aktif di berbagai kegiatan untuk mengisi hal yang positif, serta memberikan ruang pemikiran yang berwawasan kebangsaan.
Wabup menambahkan, pengindoktrinasian paham radikal di kalangan mahasiswa terjadi karena minimnya kegiatan mahasiswa atau pun siswa di daerahnya. Jika waktu mahasiswa terlalu banyak kosong alias kurang kegiatan, akan menjadi celah untuk diisi oleh pihak lain dengan paham-paham baru yang dinilai tidak sesuai dengan konsep bernegara.
Kegiatan yang dimaksud, tidak hanya diskusi ataupun seminar antar mahasiswa atau pelajar, serta dapat juga dikembangkan menjadi kegiatan bakti sosial, olahraga, ataupun acara seni musik yang sifatnya menghibur.



