Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Banua Kita Amuntai Pengrajin Diberikan Keterampilan Anyaman Bambu

Pengrajin Diberikan Keterampilan Anyaman Bambu

E-mail Cetak PDF

Amuntai, KP – Pemerintah Kabupaten (pemkab) Hulu Sungai Utara (HSU)
memberikan keterampilan tambahan bagi pengrajin, yakni anyaman berbahan baku
Bambu guna memajukan kemampuan para pengrajin.
Kegiatan pelatihan anyaman Bambu yang digelar dalam rangka upaya meningkatkan
kesejahteraan pengrajin oleh Pemkab HSU melalui Dinas Perindustrian,
Perdagangan dan UKM (disperindakop) setempat, Selasa (7/6), dilangsungkan di
Balai Diklat Pendidikan dan Kerajinan.
Sebagaimana diketahui, Kabupaten HSU dikenal banyak memiliki pengrajin,
seperti industri Mebel, anyaman yang terbuat dari tanaman Ilung (red-Eceng
Gondok), anyaman tikar purun. Sebagai upaya meningkatkan kemampuan pengrajin,
pemkab juga memberikan keterampilan anyaman berbahan baku dari Bambu.
Dalam kegiatan pelatihan yang diikuti puluhan pengrajin yang tersebar di tiga
kecamatan di wilayah HSU itu, dihadiri oleh Bupati HSU, HM Aunul Hadi, Ketua
Dekranasda setempat, Hj Eulis Rohayati Aunul Hadi, Kadis Disperindakop, Drs
Kasnariansyah MSi, Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (dishutbun)
setempat, serta pihak SHANIQUA BAMBOO dari Propinsi Banten, selaku instruktur
pelatihan, dan undangan lainnya.
Aunul, yang sekaligus membukan pelatihan anyaman Bambu tersebut,
mengungkapkan bahwa Pemkab terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan para
pengrajin, salah satunya dengan memberikan keterampilan.
Dipilihnya bahan baku yang terbuat dari anyaman Bambu ini, menurut orang
nomor satu di Kota “Bertaqwa”, dikarenakan sulitnya bahan baku mebel seperti
kayu yang sebelumnya digunakan para pengrajin di HSU, maka Bambu menjadi
alternative yang dinilai mempunyai potensi untuk dikembangkan.
“ Bahan baku Bambu yang mudah ditanam untuk dikembangkan, menjadi pemikiran
dan alternative dari bahan baku industry mebel kayu yang kondisi saat ini
boleh dibilang  kembang  empis” kata Bupati.
Sebagai langkah untuk mengembangkan pengrajin, Pemkab HSU juga membagi 1000
bibit tanaman Bambu jenis “Betung” yang didatangkan dari Propinsi Banten,
guna dikembangkan menjadi bahan bakau anyaman Bambu. Sekaligus dalam kegiatan
tersebut, Aunul secara simbolis menyerahkan bibit tanaman Bambu Betung kepada
pengrajin.
Dalam kesempatan itu, Aunul juga menyampaikan terima kasih kepada SANIQUA
BAMBOO, yang telah bersedia untuk menjadi instruktur dan berbagai ilmu
kerajinan anyaman Bambu.
Bupati berharap, melalui kegiatan pelatihan ini dapat menambah pengetahuan
dan ketrampilan yang nanti dapat dikembangkan untuk meningkatkan tingkat
kesejahteraan para pengrajin.
Kepada para peserta untuk mempergunakan kesempatan pelatiahan ini dengan
sebaik-baiknya, sebagai bekal menambah keterampilan, serta berharap adanya
komitmen bersama dengan jajaran terkait, maupun dengan para pengrajin agar
bersama-sama mewujudkan peningkatan industry kerajinan, lanjut Aunul.
Pemkab HSU pada tahuan 2011 ini, akan menganggarkan dana untuk memberikan
penguatan modal bagi pengembangan pengrajin, selain upaya memberikan
keterampilan pelatihan.
Sementara itu, Kasnariansyah, disela kegiatan, kepada Kp, menyatakan
pelatihan ini diberikan kepada pengrajin yang tersebar di tiga kecamatan
selama tiga hari oleh instruktur dari SHANIQUA BAMBOO, yang sudah ahli di
bidang anyaman berbahan baku bamboo.
“ Selain menambahkan kemampuan pengrajin, kita juga berharap kedepannya tidak
menutup kemungkinan menjadi mitra kerajinan anyaman dari Bambu dengan pihak
instruktur yang sudah menjadi Eskportir hasil produk ini” beber Kasna.