Sebagai langkah penanganannya, pengelola terpaksa membeli rumput dari masyarakat.
Kabid Peternakan P Tuhalus, dalam suatu kegiatan kontes sapi membenarkan, program pengembangan sapi potong memang terkendala lahan pengembalaannya. Dikatakannya, saat ini untuk memenuhi kebutuhan makanan sapi tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan petani ternak untuk membeli rumput dari masyarakat.
``Rumput makanan sapi-sapi itu, saat ini dibeli dari masyarakat. Akan tetapi, kendala ini dipastikan tidak akan lama. Begitu pula untuk penerangan ternak sapi masih menggunakan mesin genset,’’ bebernya.
Tuhalus juga menjelaskan, lahan yang peruntukan sebagai pengembalaan sapi potong sudah ada. Akan tetapi, rumput gajah sitaria yang ditanam belum saatnya untuk dibabat, sehingga penanganan untuk kebutuhan makanan sapi-sapi itu, pihaknya membeli rumput dengan memesan dan masyarakat datang mengantarnya.
Program pembibitan sapi potong yang resmi di mulai pada 26 November 2009 lalu itu, memiliki 27 ekor sapi bibit unggul atau semental, sapi betina berjumlah 25 ekor dan 2 ekor sapi jantan yang dipusatkan di Kecamatan Paringin Selatan.
Masa reproduksi atau masa subur sapi betina, yaitu antara 1,5 tahun hingga dua tahun. Pada November 2009 lalu, sapi ternak yang dikelola oleh petani ternak pembibitan sapi, umurnya rata-rata sudah mencapai 1,5 tahun lebih.
Dia menyatakan, saat ini sudah ada enam ekor sapi yang sedang hamil. Usia kehamilannya baru satu bulan, untuk itu, pihaknya selalu memperhatikan makanan yang diberikan kepada sapi-sapi itu.
Kabid Peternakan memaparkan, untuk 27 ekor sapi itu dalam seharinya menghabiskan 15 kg rumput dan 15 kg (ampas padi). Menurutnya, untuk menambah gizi serta kualitas daging sapi potong, 2 kg gula merah yang sudah dicairkan dan kelapa untuk saat ini cukup untuk seluruh sapi.
``Untuk menjaga kualitas serta kesehatannya, sapi dengan rata-rata berat mencapai 400 kg itu, terus dipantau perkembangannya,’’ ujarnya.
Ditambahkanya, saat ini sudah ada Rumah Potong Hewan (RPH) di Kecamatan Batumandi. Ke depan, transaksi penjualan daging sapi akan berpusat di tempat yang merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalsel tahun 2009 lalu.
Selain itu juga, Pemkab Balangan direncanakan akan menerima bantuan 200 ekor sapi dari pemerintah provinsi, sebagai program pengembangan pembibitan sapi potong ini. (jun/K-6)



