Barabai, KP - Kecintaan Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) SDrs H Saiful Rasyid MM, terhadap dunia pendidikan tidak pernah surut. Meski, di penghujung masa jabatan sebagai orang nomor satu di ‘Bumi Murakata’, kiprahnya semakin meningkat.
Hal ini, dibuktikannya dengan meresmikan penegerian Madrasah Aliah Negeri (MAN) 5 Kecamatan Limpasu, Rabu, (13/1), bertempat di halaman MAN 5 Limpasu.
Peresmian sekolah MAN ke-5 di Kabupaten Hulu Sungai Tengah itu, ditandai dengan pembukaan selubung nama sekolah berbasis pendidikan agama Islam oleh Bupati H Saiful Rasyid, dengan disaksikan Kepala Kantor Departemen Agama setempat Drs H Gurdani Syukur, Kepala Dinas Pendidikan H Riduansyah, Camat Limpasu Husairi beserta unsur Muspika, serta para undangan yang hadir.
Penegerian MAN 5 Limpasu ini, dikukuhkan dengan penetapan oleh Menteri Agama RI melalui SK Nomor 151 tahun 2009 tertanggal 13 Oktober 2009 tentang Penetapan Madarasah Aliah Negeri se Indonesia.
Saiful mengatakan, bahwa penegerian sekolah Madrasah Aliah Swasta yang sebelumnya bernama MA Sabilal Muhtadin tersebut, merupakan sebuah tonggak baru bagi masyarakat Limpasu dalam merangkai pertumbuhan, perkembangan dan kemajuan sebagai kecamatan yang terbilang baru di bidang pendidikan. ``Jas Merah, Jangan Lupakan sejarah hari ini,’’ diingatkan Saiful, dalam mengutip kata mutiara Bung Karno itu.
Ditambahkannya, bahwa Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada tahun anggaran 2010 ini, akan mengalokasikan bantuan bagi penambahan bangunan yang sampai saat ini hanya terdapat 5 lokal ruang belajar.
``Insya Allah, akan di tambah satu lokal perpustakaan dan satu lokal ruang laboratorium,’’ ujarnya, dengan disambut applaus dari ratusan hadirin.
Kakandepag HST H Gurdani Syukur dalam sambutannya, menyatakan rasa tak percaya proses penegerian MA Sabilal Muhtadin berjalan begitu cepat. Hanya sekitar satu bulan dari pengajuan usulan pada bulan September 2009, hingga dikeluarkan penetapan pada bulan Oktober 2009.
``Semua tidak terlepas dari peranan bupati HST, yang ikut melakukan lobby ke tingkat pusat,’’ ungkapnya .
Bagi Saiful, pendidikan merupakan salah satu sektor yang diprioritaskan. Terlebih di tengah keterbatasan Sumber Daya Alam (SDA), maka pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan menjadi sandaran utama untuk masa depan warganya.
Karena itu pula bagi Saiful tidak ada kata dikotomi antara sekolah umum dan agama. Semuanya haruslah berjalan seia sekata untuk merajut kemajuan banua.
Bagi keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) HST, kegigihan seorang Saiful Rasyid dalam membangun kemajuan pendidikan di HST, merupakan sesuatu yang sangat membanggakan. Terlebih lagi banyak prestasi yang telah diukir dari kiprah yang ditorehkan, di antaranya kebijakan penggratisan SPP dari SD hingga SMA, terbukti berhasil mensukseskan Wajib Belajar (Wajar) sembilan tahun, yang selaras dengan Wajib Belajar duabelas tahun. Serta semakin meningkatnya kualitas dan kuantitas kelulusan sekolah di semua tingkatan.
``Bagi keluarga besar PGRI HST, H Saiful Rasyid, merupakan Bapak Pendidikan di HST,’’ ujar Ketua PGRI HST H Agung Parnowo, dalam suatu kesempatan. (ary/K-6)



