Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Banua Kita Barabai Bupati Saiful Rasyid Komitmen Lestarikan Meratus

Bupati Saiful Rasyid Komitmen Lestarikan Meratus

E-mail Cetak PDF

Barabai, KP - Menarik pernyataan yang dilontarkan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup GT Muhammad Hatta, beberapa waktu lalu pada acara silaturrahmi Himpunan Kerukunan Warga Banjar di Jakarta, adalah mengenai akan kondisi lingkungan hutan Pegunungan Meratus Kalsel yang semakin hari kian memprihatinkan dan terancam.
Namun, menurut menteri asli orang Banjar ini, masih ada kabupaten di Bumi Lambung Mangkurat yang mampu menjaga ekosistem dan air Pegunungan Meratus, sehingga sampai kini masih lestari, salah satunya Kabupaten Hulu Sungai Tengah Tengah (HST). ``Kualitas Air Pegunungan Meratus di HST adalah yang terbaik di Kalsel,’’ ujarnya saat itu.

Menanggapi hal demikian itu, Bupati HST Drs H Saiful Rasyid MM, merasa bersyukur dan bangga apabila lingkungan dan kualitas air Pegunungan Meratus di HST masih dinilai dapat terawat dan terjaga, lebih-lebih oleh pemerintah pusat melalui  Menteri Negara LH.

``Amanah warga untuk menjaga dan melestarikan salah satu warisan dunia yang tidak ternilai tersebut, akan saya jaga dengan baik,’’ tuturnya.

Terkait dengan vegetasi hutan dan air Pegunungan Meratus, menurut bupati, mutlak harus dijaga kelestariannya. Mengingat, selain sebagai satu-satunya benteng tempat berteduh dan menghidupi warga Dayak, juga sebagai {{water cathtment area}} yang telah dirawat dan dijaga oleh pemerintah kolonial Belanda.

``Masa bangsa penjajah saja, bertekad untuk melestarikan Pegunungan Meratus di HST, lalu bangsa Indonesia sendiri tidak, apa kata dunia. Menjadi kewajiban kita semua untuk menjaganya,’’ imbuh Saiful.

Masih lestarinya kawasan hutan Meratus di HST, tidak terlepas dari komitmen kebijakan Bupati Saiful, terhadap pelestarian hutan selama dua dekade kepemimpinannya di daerah ini, yang telah diwujudkannya dengan melakukan  gerakan penghijauan massal dari pegunungan hingga wilayah perkotaan.

Saiful menggagas hutan pendidikan di Gunung Nateh, Batang Alai Timur.

Melalui Dinas Kehutanan, Saiful, pada tahun 2008 melakukan aksi penanaman 12.750 pohon dari berbagai jenis dengan melibatkan segenap unsur Muspida dan PKK Kabupaten HST serta masyarakat setempat.

Gerakan penghijauan ini, bertujuan mengurangi dampak kerusakan lingkungan, meningkatkan absorsi CO2, SO2 dan polutan lainnya. Hasilnya, kini kawasan hutan di HST semakin hijau, kota ‘Apam’ Barabai semakin rindang dan tetap layak menyandang julukan ‘Bandung van Borneo’.

Selama periode 2000-2008 kegiatan yang dilakukan pada sub sektor kehutanan adalah berupa pembuatan hutan rakyat seluas 2.440 ha, pengkayaan hutan rakyat seluas 365 ha, reboisasi seluas 300 ha, penghijauan seluas 7 ha dan agroforestry seluas 100 ha.

Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar, hutan juga dikembangkan budidaya lebih maju sebanyak 100 koloni.

Demi pelestarian Meratus HST, yang terancam oleh kebijakan alih fungsi pemerintah di atas, Saiful, mati-matian mempertahankan. Meskipun tidak sejalan dengan kebijakan di atas.

Hal itu dibuktikannya, saat menentang pemberlakuan Perda Nomor 9/2000 tentang RTRWP Kalsel yang menetapkan alih fungsi Pegunungan Meratus pada perusahaan pemegang HPH.

Demi kelestarian hutan meratus yang begitu dicintainya, Saiful, memperjuangkan ke Departemen Kehutanan, sehingga keluar SK No.2828/Kpts-II/2002 tanggal 6 Mei 2002 tentang Pencabutan SK Menhutbun No.741/Kpts-II/1999 yaitu merubah dan memfungsikan kembali hutan Pegunungan Meratus yang terletak di Kabupaten Hulu Sungai Tengah seluas 46.270 ha sebagai kawasan Hutan lindung, yang sebelumnya ditetapkan sebagai Hutan Produksi Terbatas.

Berkat kegigihan dan keteguhan sikapnya, akhirnya, Perda yang ditentang banyak pihak, termasuk LSM lingkungan hidup tersebut dicabut. Sampai sekarang ‘Meratus HST’ salah satu warisan dunia yang tersisa untuk menyelamatkan umat manusia dari kepunahan tersebut tetap terjaga dan lestari.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel, Wahyu Hegar Hidayat menyatakan, sangat apresiatif atas kebijakan Saiful Rasyid, dalam menjaga kawasan Meratus dari pengrusakan.

Menurutnya, kebijakan tersebut harus didukung tidak saja oleh warga HST tetapi juga seluruh warga Kalsel, pasalnya, apabila terjadi kerusakan di kawasan itu maka pengaruhnya akan berdampak kepada warga kabupaten lainnya bahkan dunia.

``Seyogianya penerus estapet kepemimpinan HST berikutnya, adalah mereka yang dapat mengawal kebijakan yang telah digariskan dan dilaksanakan oleh Saiful Rasyid,’’ pungkasnya. (adv/K-6)