Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:

Batola

Setrawan PNPM Tingkatkan Kapasitas

E-mail Cetak PDF

Marabahan, KP - Sedikitnya 21 setrawan di lingkungan Pemkab Batola mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas aparat pemerintah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan.

Pemkab Tanbu Study Banding di Batola

E-mail Cetak PDF

Marabahan, KP - Ditunjuknya Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasioanl (MTQN) ke-26 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2012 mendatang, menjadikan Pemkab setempat mulai berbenah diri.
Agar dalam pelaksanaannya nanti berjalan lancar dan sukses, panitia yang terbentuk, banyak belajar dengan Pemkab Batola yang pernah menjadi penyelenggara MTQN ke-25 tahun 2009, dengan melakukan study banding. Kedatangan rombongan yang dipimpin Kepala Kementerian Agama Tanbu Drs Jamaluddin, diterima langsung Wakil Bupati Batola H Sukardhi, di aula Bahalap Marabahan, Selasa (19/7).
Pada kesempatan tersebut, Jamaluddin, mengutarakan maksud kedatangan mereka untuk banyak belajar dengan Batola yang pernah menjadi tuan rumah MTQN. ``Banyak hal yang perlu kami ketahui dari Pemkab Batola, yang pernah menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Kalsel, terutama menyangkut penggalangan dana, persiapan akomodasi, konsumsi sampai pada pelaksanaan itu sendiri,’’ sebutnya.
Menanggapi hal itu, Wabup Batola H Sukardhi, yang juga Ketua Harian MTQ ke-25 saat itu menjelaskan, dalam mencari dana pihaknya melibatkan seluruh komponen. ``Dana kami dapatkan dari berbagai pihak, seperti dari PNS di lingkup Pemkab Batola dan instansi vertikal serta BUMN yang dipotong setiap bulan selama dua tahun,’’ ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, dana juga didapatkan dari pihak ketiga seperti perusahaan dan para donator yang empati dan sifatnya tidak mengikat.
Selain membeberkan cara menggalang dana, Wabup, juga mengutarakan kunci sukses lainnya, terutama dalam pengeluaran pihaknya melakukan secara hati-hati. ``Semua pengeluaran kita lakukan sangat hati-hati dan melalui seleksi yang ketat untuk menghemat anggaran, proposal yang tidak rasional akan kami coret, sehingga kami tidak mempunyai tunggakan hutang usai pelaksanaan,’’ imbuhnya.
Sementara, dalam persiapan akomodasi menurut Wabup Sukardhi, pihaknya menggunakan rumah warga yang akan ditempati kafilah, dengan mendata secara dini. Untuk konsumsi, diserahkan kepada TP PKK Batola sebagai koordinator dengan daftar menu yang sudah ditetapkan.
``Sedangkan untuk pelaksana kegiatan di lapangan, kita menggunakan jasa Even Organiser (EO) dari Banjarmasin,’’ pungkasnya.

Penemuan ‘Batu Kuno’ Hebohkan Warga Tamban

E-mail Cetak PDF

Marabahan, KP - Warga Desa Mekarsari Handil Sekunder Kiri (Tamban Km.15) Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Barito Kuala (Batola), mulai setengah bulan lalu, dihebohkan penemuan sebuah batu tua berukir menyerupai  seekor kucing yang sedang duduk, terpendam di tengah persawahan warga dengan kedalamam sekitar 0,5 meter.
Bahkan, oleh warga sekitar, batu yang berukuran sekitar 0,5 meter dan lebar sekitar 30 centimeter itu, diyakini merupakan sebuah makam zaman dahulu, dan memiliki keramat. Karena batu tersebut memiliki khasiat atau berkah, bagi warga yang datang untuk mengambil air, yang bersumber dari galian di sekitar batu tersebut, untuk dijadikan obat dan kegunaan lainnya.
``Batu ini pertama kali ditemukan oleh seorang anak pemilik tanah Ahim, kalau pemilik tanah adalah orang tuanya Durani,’’ ujar seorang warga sekitar, yang berdekatan dengan lokasi penemuan, Halimah (45) kepada {{wartawan}}, Jum’at (8/7) siang.
Menurutnya, penemuan batu itu, sebenarnya sudah diketahui sejak sekitar tiga bulan lalu oleh pemilik lahan, namun informasinya baru menyebar dari mulut ke mulut sekitar satu bulan ini.
Namun, karena banyak warga ada yang penasaran, dari dalam dan luar wilayah itu, mendatangi lokasi batu tersebut, hingga mengambil air sekitar lokasi batu dan menaruh bunga di leher ukiran batu yang menyerupai kucing itu.
``Kalau yang memasang bunga itu, mungkin saja pengunjung yang datang. Sebab, batu itu diyakini, sebuah makam atau batu nisan zaman dulu,’’ terang Halimah lagi.
Dikatakannya, sejauh ini, untuk mengetahui asal muasal batu tersebut, warga ada yang menanyakannya kepada salah seorang paranormal atau ulama, dan dikatakan bahwa, batu itu adalah sebuah makam yang berasal dari zaman belanda.
Sedangkan, untuk informasi resmi dari pihak berwenang, belum diketahui. Karena tidak ada yang datang untuk melakukan pengecekan, hanya ada aparat kecamatan setempat, yang melihat kondisi dan bentuk batu itu saja.
``Memang pernah juga ditanyakan dengan orang yang paham (paranormal. red), batu itu katanya sebuah makam sejak zaman belanda,’’ ungkapnya.
Selain itu, beber Halimah, menurut informasi, ketika akan melakukan aktivitas bercocok tanam, pihak pemilik lahan, memang sempat dikabarkan sakit, kemudian menerima isyarat, yang menyatakan bahwa makam tersebut jangan diganggu, karena makam itu hanya numpang disedikit lahan yang tersedia.
``Sehubungan mendapat isyarat, maka oleh pemilik lahan dibiarkan saja. Rencananya, akan dibuatkan semacam kubah,’’ paparnya, seraya menambahkan, kalau dilakukan pemotretan, sering hasil yang diperoleh di luar dari bentuk aslinya. Wallahu A’lam.

Penemuan ‘Batu Kuno’ Hebohkan Warga Tamban

E-mail Cetak PDF

Marabahan, KP - Warga Desa Mekarsari Handil Sekunder Kiri (Tamban Km.15) Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Barito Kuala (Batola), mulai setengah bulan lalu, dihebohkan penemuan sebuah batu tua berukir menyerupai  seekor kucing yang sedang duduk, terpendam di tengah persawahan warga dengan kedalamam sekitar 0,5 meter.
Bahkan, oleh warga sekitar, batu yang berukuran sekitar 0,5 meter dan lebar sekitar 30 centimeter itu, diyakini merupakan sebuah makam zaman dahulu, dan memiliki keramat. Karena batu tersebut memiliki khasiat atau berkah, bagi warga yang datang untuk mengambil air, yang bersumber dari galian di sekitar batu tersebut, untuk dijadikan obat dan kegunaan lainnya.
``Batu ini pertama kali ditemukan oleh seorang anak pemilik tanah Ahim, kalau pemilik tanah adalah orang tuanya Durani,’’ ujar seorang warga sekitar, yang berdekatan dengan lokasi penemuan, Halimah (45) kepada {{wartawan}}, Jum’at (8/7) siang.
Menurutnya, penemuan batu itu, sebenarnya sudah diketahui sejak sekitar tiga bulan lalu oleh pemilik lahan, namun informasinya baru menyebar dari mulut ke mulut sekitar satu bulan ini.
Namun, karena banyak warga ada yang penasaran, dari dalam dan luar wilayah itu, mendatangi lokasi batu tersebut, hingga mengambil air sekitar lokasi batu dan menaruh bunga di leher ukiran batu yang menyerupai kucing itu.
``Kalau yang memasang bunga itu, mungkin saja pengunjung yang datang. Sebab, batu itu diyakini, sebuah makam atau batu nisan zaman dulu,’’ terang Halimah lagi.
Dikatakannya, sejauh ini, untuk mengetahui asal muasal batu tersebut, warga ada yang menanyakannya kepada salah seorang paranormal atau ulama, dan dikatakan bahwa, batu itu adalah sebuah makam yang berasal dari zaman belanda.
Sedangkan, untuk informasi resmi dari pihak berwenang, belum diketahui. Karena tidak ada yang datang untuk melakukan pengecekan, hanya ada aparat kecamatan setempat, yang melihat kondisi dan bentuk batu itu saja.
``Memang pernah juga ditanyakan dengan orang yang paham (paranormal. red), batu itu katanya sebuah makam sejak zaman belanda,’’ ungkapnya.
Selain itu, beber Halimah, menurut informasi, ketika akan melakukan aktivitas bercocok tanam, pihak pemilik lahan, memang sempat dikabarkan sakit, kemudian menerima isyarat, yang menyatakan bahwa makam tersebut jangan diganggu, karena makam itu hanya numpang disedikit lahan yang tersedia.
``Sehubungan mendapat isyarat, maka oleh pemilik lahan dibiarkan saja. Rencananya, akan dibuatkan semacam kubah,’’ paparnya, seraya menambahkan, kalau dilakukan pemotretan, sering hasil yang diperoleh di luar dari bentuk aslinya. Wallahu A’lam.

Agus MCI Sowan ke Bupati Batola

E-mail Cetak PDF

Marabahan, KP - Satu kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Barito Kuala (Batola), sang finalis Master Chef Indonesia (MCI) Agus Gazhali Rahman, pulang kampung di Marabahan, Sabtu (9/7).
Sebetulnya, keinginan Agus, untuk pulang kampung ini telah lama ia pendam setelah selama tiga bulan berada di Jakarta, mengikuti kontes MCI yang ditayangkan oleh salah satu televisi swasta nasional, pada setiap Sabtu dan Minggu petang.
Setelah niat dan keinginan itu kesampaian, Agus pun memanfaatkan kesempatan berliburnya, untuk menghilangkan kepenatan dan bertemu orang tua serta keluarganya di Marabahan.
Tidak hanya itu, kesempatan libur singkat lantaran banyaknya jadual menanti, juga dimanfaatkan sang guru Tata Boga SMKN 4 Banjarmasin ini, dengan melakukan sowan ke kediaman Bupati Batola H Hasanuddin Murad, yang berada di Jalan Pangeran Antasari No.1 Marabahan, Sabtu (9/7) pagi.
Dengan ditemani Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Akhmad Wahyuni SSos, Agus beserta kedua orangtuanya Nanang Burhan dan Hj Nursinah pun diterima Bupati H Hasanuddin Murad.
Saat bersilaturrahmi dengan bupati, kontestan MCI itu pun banyak menceritakan tentang pengalamannya selama mengikuti audisi kepada bupati.
``Saat saya mengikuti lomba banyak sekali saingan berat yang saya hadapi.  Alhamdulillah berkat ketekunan saya, tetap bisa masuk ke tujuh besar kontestan MCI,’’ cerita Agus, kepada Hasan, sapaan akrab Bupati Batola itu.
Kepada bupati, Agus juga menceritakan dirinya berada di Marabahan, sekaligus menghadiri perkawinan keluarganya. Menurut kontestan MCI paling diunggulkan ini, dirinya tidak bisa berlama-lama di Marabahan, karena Kamis (14/7), sudah harus kembali berada di Jakarta, mengikuti acara yang dipandu Master Chef Juna, Vindex dan Marinka itu.
Selain itu, tutur lelaki yang sempat ditinggal ibunya bekerja di Mekkah ini, mengungkapkan, dirinya dalam lomba akan mengkreasikan menu banua seperti bihun goreng Banjar, selada Banjar, dan nangka saos batik.

Halaman 1 dari 18