MTQ yang diselenggarakan dari Senin hingga Kamis (22-24) tersebut, dihadiri Ketua DPRD H Husain Akhmad, unsur Muspida, Wakil Bupati H Sukardhi, Sekda Ir Supriyono yang juga selaku Ketua Umum MTQ ke-41 tersebut, sejumlah pimpinan SKPD di lingkup Pemkab Batola, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batola Drs HA Rahmani MAg, para camat, Ketua TP-PKK Hj Noormiliyani AS Hasanuddin Murad, Ketua GOW Hj Sunarti Sukardhi dan Ketua DWP Sri Wahyuningsih Supriyono, serta para undangan lainnya.
Penyelenggaraan MTQ ke-41 tingkat Batola ini, ditandai dengan penyerahan trophy bergilir dari Camat Rantau Badauh Hj Harliani SIP kepada Bupati H Hasanuddin Murad dan selanjutnya oleh bupati trophy tersebut diserahkan kepada Ketua Umum MTQ ke-41 tingkat Kabupaten Batola Supriyono.
Dalam kesempatan itu, Bupati Hasanuddin Murad, juga melantik dewan hakim dan juri pelaksanaan MTQ ke-41 tingkat Batola.
Bupati H Hasanuddin Murad dalam sambutannya mengatakan, dilaksanakannya MTQ ini menggambarkan semakin kokohnya kecintaan terhadap Kitab Suci Al-Qur’an serta semakin kokohnya rasa keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. ``Kokohnya keimanan dan ketaqwaan itu sangat besar artinya untuk dijadikan sebagai modal dalam menjalani kehidupan di dunia, demi memperoleh kebahagiaan kehidupan di akhirat kelak,’’ katanya.
Menurut bupati, tingginya sambutan dan besarnya minat para peserta dari seluruh kecamatan dalam setiap penyelenggaraan MTQ sangat membesarkan hati. Hal itu, patut disyukuri dan dibanggakan, karena Batola dapat menjadikan kegiatan MTQ sebagai kegiatan daerah yang berkala dan berkelanjutan, sehingga telah menjadi tradisi tahunan.
Lebih jauh dikatakan, semua dituntut untuk senantiasa meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an dengan sebaik-baiknya, yang hakekatnya berintikan petunjuk atau tuntunan tentang bagaimana umat harus menjalani hidup dan kehidupan.
Pemahaman tentang sikap santun yang tidak hanya penting maknanya dalam membina hubungan dengan Allah yang maha pencipta, sebut bupati, tetapi juga dalam membina hubungan dengan sesama manusia, sehingga sebuah hubungan dibangun dengan penuh ketulusan dan keikhlasan, baik dalam dimensi ketuhanan maupun dimensi kemanusiaan.
``Alhamdulillah, tanda-tanda dan capaian keberhasilan dari upaya pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan yang kita lakukan bersama telah mulai Nampak, meskipun harus terus diperkuat dan tingkatkan,’’ tandas Hasan.
Ke depan, ajak bupati, ini harus melanjutkan pengelolaan pembangunan daerah, kegiatan pemerintahan yang semakin terarah bersih dari penyimpangan dan korupsi serta mendatangkan manfaat bagi masyarakat luas.
Sehubungan dengan itulah, Bupati Hasan menyatakan, menyambut baik bahwa bersamaan dengan pembukaan MTQ ke-41 ini, juga akan dilaksanakannya pembukaan rapat kerja Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an Kabupaten Batola, sebagai salah satu kegiatan untuk mengevaluasai segenap upaya yang telah dilakukan dan merumuskan serta menetapkan program kerja yang akan dilaksanakan satu tahun ke depan.
Pada kesempatan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batola Drs HA Rahmani MAg mengatakan, MTQ ke-41 merupakan forum silaturahmi antar kaum muslimin dari berbagai golongan dan wilayah, untuk bersama-sama mengikuti jalan MTQ yang telah membudaya di kalangan kaum muslimin.
Dikatakan, penyelenggaraan MTQ senantiasa di arahkan kepada upaya menumbuhkan kecintaan umat kepada Al-Qur’an, yang pada dasarnya memadukan seni, ilmu, dan agama. ``Dengan seni, hidup menjadi syahdu. Dengan ilmu, hidup menjadi enak, dengan agama, hidup menjadi lebih bermakna,’’ paparnya.
Sebelumnya, Ketua Umum MTQ Nasional ke-41 Tingkat Kabupaten Batola tahun 2010, Supriyono mengatakan, MTQ ini diikuti 394 peserta dari 18 kafilah se-Batola.
Sedangkan, jenis yang diperlombakan diantaranya cabang Tartil Qur’an, Fahmil Qur’an, Syar’il Qur’an, dan tahfiz. (K-6)



