Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Banua Kita Batola Bupati Hasanuddin Murad : Harus Bangga Jadi Petani

Bupati Hasanuddin Murad : Harus Bangga Jadi Petani

E-mail Cetak PDF

Marabahan, KP – Bupati Barito Kuala (Batola) H Hasanuddin Murad, kembali melakukan panen raya di Desa Sinar Baru Kecamatan Rantau Badauh, Selasa (23/2).
Hanya saja, jika pada panen-panen sebelumnya jenis padi unggul yang diterapkan varietas Ciherang, namun pada panen di Desa Sinar Baru ini jenis padi unggul yang dipanen berupa varietas Margasari.

Panen padi unggul yang diikuti Ketua DPRD H Husain Akhmad, para unsur Muspida, para pimpinan instansi terkait Provinsi Kalsel, Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Drs H Johansyah MSi, Ketua TP-PKK Batola Hj Noormiliyani AS Hasanuddin Murad, Ketua GOW Batola Hj Sunarti Sukardhi, Ketua Adyaksa Dharma Karini Eny Gatot Gunarto, para kepala dinas/instansi, para distributor pupuk, serta undangan tersebut, dilaksanakan di lahan Kelompok Tani Budi Berkat I.

Dari panen yang dilakukan diperoleh hasil sebesar 5,7 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare atau 3,5 ton per hektare Gabah Kering Giling (GKG).

Dalam kesempatan tersebut, bupati, juga menyerahkan bantuan insektisida kepada Kelompok Tani Kiat Maju, Budi berkat I, II, III, IV dan V, serta menyerahkan rekening pinjaman pupuk bersubsidi tanpa bunga kepada KUD Basunondo.

Di hadapan para petani, bupati, kembali mengajak para petani agar merubah pola tanam dari satu kali setahun menjadi dua kali setahun. Yakni, satu kali untuk padi unggul dan satu kali untuk padi lokal.

Bupati juga mengharapkan para petani dapat memaksimalkan lahan garapan serta memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, sehingga tidak ada lagi istilah musim diam.

``Dengan demikian, petani dapat memanfaatkan waktu lebih produktif serta pendapatan dan kesejahteraan akan lebih meningkat pula,’’ ujar Hasan, seraya mengimbau para petani untuk lebih profesional dalam menggarap pertaniannya, serta bangga berprofesi sebagai petani.

``Karena profesi ini, selain sangat mulia untuk memenuhi kebutuhan pangan yang membutuhkan serta sangat berpotensi dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,’’ tandasnya.

Dikatakan, pemerintah daerah akan berupaya mendukung petani dalam upaya peningkatan pola tanam padi melalui program proyek tata air mikro serta program Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) dan Bantuan Langsung Pupuk (BLP), di samping dilaksanakannya Sekolah Lapang Pengendalian Tanaman Terpadu (SLPTT).

Ini dilakukan, jelas bupati, salah satu upaya untuk mewujudkan visi Pemkab Batola 2007-2012 yaitu terwujudnya Kabupaten Barito Kuala sebagai sentra produksi pertanian yang maju dan berdaya saing tinggi menuju terciptanya kemandirian daerah.

Di samping, untuk mempertahankan Kabupaten Barito Kuala yang merupakan salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional, di mana pada tahun 2009 produksi padi Batola sebesar 17,31 persen dari total produksi padi di Kalsel.

Untuk itu, Pemkab Batola melakukan langkah-langkah konkrit, salah satunya yaitu memberdayakan kelompok-kelompok tani atau Gapoktan yang sudah ada, serta memberikan dukungan pembiayaan usaha tani.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Batola Ir Zulkifli Yadi Noor mengatakan, panen padi unggul di Kecamatan Rantau Badauh ini, terjadi peningkat signifikan, di mana pada tahun 2008, luas tanaman yang bisa dipanen hanya 90 hektare. Sedangkan pada musim hujan 2009/2010 dapat direalisasikan tanam padi unggul seluas 379 hektare.

Capaian Kecamatan Rantau Badauh ini merupakan peringkat II setelah Kecamatan Jejangkit di peringkat I dengan luas 600 hektare, Anjir muara peringkat III dengan luas tanam 314 hektare, Marabahan peringkat IV dengan luas tanam 305, dan peringkat V Kecamatan Tabukan dengan luas tanam 264 hektare.

Sebelumnya, Camat Rantau Badauh Hj Harliani SIP mengatakan, peningkatan luas lahan tanam karena adanya faktor antara pembukaan lahan baru sebagai ganti lahan fungsional berubah fungsi menjadi pengembangan komoditi hortikultura dan perkebunan, serta seiring meningkatnya jumlah penduduk. Untuk peningkatan produksi akibat pengaruh keterampilan petani dengan didukung program kredit pupuk bersubsidi tanpa bunga dari Pemkab Batola. (K-6)