Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Banua Kita Batola Perkebunan Sawit Buka Lapangan Kerja

Perkebunan Sawit Buka Lapangan Kerja

E-mail Cetak PDF

Marabahan, KP - Sudah sepatutnya kehadiran perkebunan kelapa sawit mendapat sambutan masyarakat. Sebab, dari berbagai pertimbangan, kehadiran perkebunan sawit ini lebih banyak memberi dampak positif ketimbang sisi negatif.
Lebih-lebih budidaya perkebunan sawit tersebut, diterapkan di daerah yang sulit pertumbuhan ekonominya, seperti di Kecamatan Kuripan Kabupaten Barito Kuala (Batola) ini.

Kecamatan Kuripan, merupakan salah satu dari 17 kecamatan di Kabupaten Batola, Kalsel. Dari semua kecamatan di Batola, Kuripan tergolong kecamatan yang paling tertinggal. Penyebab utamanya, karena kondisi geografis daerahnya yang rawa dan berair serta sulit untuk diolah.

Dari kondisi itulah, maka praktis perekonomian masyarakat yang tinggal di kecamatan paling utara Kabupaten Batola itu, sebagian besar terbilang memprihatinkan, lantaran dari masyarakat di sana mereka hanya mengandalkan usaha menangkap ikan, sebagian kecil bertani, dan sebagian kecil lainnya, mengolah kerajinan anyaman purun.

Satu-satunya usaha paling cocok untuk diterapkan di lahan berair seperti Kuripan, adalah perkebunan kelapa sawit. Kehadiran investor sawit di Kecamatan Kuripan, dinilai solusi paling tepat.

Melalui perjuangan keras, Bupati Batola H Hasanuddin Murad dan Wakilnya H Sukardhi, maka didatangkanlah beberapa investor yang salah satunya yaitu PT Tasnida Agro Lestari (TAL).

Perusahaan ini mendapatkan izin lokasi seluas 10.000 hektare yang tersebar di Desa Kuripan, Rimbun Tulang, Tabatan Lama, Tabatan Baru, Jambu, Kabuau, dan Asia Baru.

Saat ini, PT TAL sudah menanam sekitar 800 hektare sawit. Rencananya, dalam waktu segera pihak perusahaan akan memperluas penanaman tersebut.

General Manager PT TAL, Wisma Sinulingga mengatakan, pada tahun 2010 ini pihaknya menargetkan penanaman sawit mencapai 2.000 hingga 3.000 hektare. Wisma menjelaskan, pihaknya serius melakukan investasi. Untuk Kecamatan Kuripan, satu-satunya perkebunan sawit di Kalsel yang dimiliki PT TAL, selebihnya terdapat di Jambi dan Kaltim.

Kehadiran investor sawit ini, diakui memberikan banyak keuntungan yang besar bagi masyarakat. Lebih-lebih masuknya perusahaan tersebut di daerah yang selama ini dinilai relatif miskin dan tertinggal seperti Kuripan.

Keuntungan langsung yang dapat dirasakan dengan kehadiran perkebunan sawit tersebut, masyarakat bisa ikut bekerja sebagai buruh tani.

Di samping, bagi yang memiliki lahan dapat menjadi petani plasma.

Kepala TU PT TAL, Fadli, di dampingi Humas H Amrullah mengatakan, saat ini pihaknya sudah mempekerjakan sekitar 500 warga setempat untuk pembukaan perkebunan sawit tersebut. Sedangkan, upah yang diberikan sesuai ketentuan UMP yakni tidak kurang dari Rp41.000 per hari kerja.

Fadli menjelaskan, untuk penggarapan lahan sawit dalam 1.000 hektare idealnya diperlukan tenaga kerja 800 orang. Jika luas lahan yang dipunyai PT TAL sekitar 10.000 hektare maka diperlukan tenaga kerja sekitar 8.000 hektare.

Dari kenyataan tersebut, berbagai pertimbangan maka masuknya investor sawit di wilayah paling utara Kabupaten Batola itu, sangat memberikan dampak positif. Diyakini, kehadiran perusahaan sawit tersebut, akan mempercepat kemajuan dan pertumbuhan masyarakat setempat.

Tidak mustahil, Kecamatan Kuripan akan lebih cepat pertumbuhannya, semoga. (K-6)