Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Banua Kita Batola Jadikan HUT Bhayangkara Retrospeksi dan Introspeksi Diri

Jadikan HUT Bhayangkara Retrospeksi dan Introspeksi Diri

E-mail Cetak PDF

Marbahan, KP - Jajaran Kepolisian Resort Barito Kuala (Polres Batola) menyelenggarakan upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-64 Tahun 2010, Kamis (1/7).
Upacara yang berlangsung sederhana di halaman Mapolres Batola tersebut, ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada lima anggota Polres Batola yang berprestasi, dan mereka yang mendapatkan penghargaan dari Kapolres Batola AKBP Drs Supriyadi tersebut, karena dinilai memiliki kemampuan dan keuletan dalam melaksanakan tugas di bidang reskrim.

Kapolres Batola Supriyadi, saat membacakan sambutan Kapolri Jenderal Pol Drs H Bambang Hendarso Danuri MM, pada upacara peringatan itu, mengimbau seluruh jajaran kepolisian hendaknya menjadikan momentum Hari Bhayangkara ke-64 untuk melakukan retrospeksi dan introspeksi diri tentang sejauhmana telah mampu berkiprah untuk mendharma baktikan diri bagi nusa dan bangsa.

Dikatakan, sesuai tema Hari Bhayangkara ke-64 ‘Membangun Karakter Melalui Kepemimpinan yang Unggul, Kemitraan, Profesionalisme, dan Etika Prima’ maka tema ini hendaknya menjadi representasi dan tekad serta semangat Polri yang saat ini sedang melakukan proses metamorfosis untuk merubah diri menuju kepolisian yang lebih profesional, bermoral dan modern melalui program reformasi Polri yang telah dicanangkan sejak tahun 1999.

Selaras dengan perkembangan lingkungan strategis dan arah kebijakan pembangunan nasional, menurut Kapolri, Polri harus dibangun dan dikembangkan menjadi organisasi modern sehingga terus mampu mengemban tugas pokok, fungsi dan perannya dengan memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat serta penegakkan hukum.

Dijelaskannya, Polri harus berbangga hati dengan keberhasilannya dalam menangani berbagai gangguan Kamtibmas, khususnya penegakan hukum terhadap tindak pidana yang menjadi sasaran prioritas seperti kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat, kejahatan tradisional, kejahatan yang merugikan kekayaan negara serta kejahatan yang berimplikasi kontinjensi termasuk dalam pemberantasan terorisme yang sudah diakui oleh dunia internasional.

``Keberhasilan ini, merupakan bukti bahwa Polri senantiasa memegang teguh komitmen untuk menjalankan amanah yang diberikan oleh rakyat untuk mewujudkan rasa aman dan nyaman di tengah-tengah masyarakat dalam situasi apa pun,’’ kata kapolri.

Sebelum mengakhiri amanat, Kapolri berpesan 7 hal yang harus dipedomani seluruh jajaran Polri dalam melaksanakan tugas. Ketujuh pedoman tersebut yakni meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, meningkatkan jalinan kemitraan dengan seluruh komponen masyarakat, menegakan hukum secara profesional, proporsional, obyektif, transparan dan akuntabel guna menjamin kepastian hukum dan rasa keadilan serta menjadikan hukum sebagai panglima.

Selanjutnya, mengembangkan Perpolisian Masyarakat (Polmas) yang berbasis pada masyarakat, menjunjung tinggi kode etik Polri yang meliputi etika kepribadian, kelembagaan, dan kenegaraan serta etika hubungan dengan masyarakat, memantapkan karakter kepemimpinan yang berlandaskan keteladanan, serta meningkatkan kecintaan dan kebanggaan sebagai anggota Polri serta senantiasa menjaga dan memperkokoh solidaritas organisasi Polri. (K-6)