Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Banua Kita Batola Penemuan ‘Batu Kuno’ Hebohkan Warga Tamban

Penemuan ‘Batu Kuno’ Hebohkan Warga Tamban

E-mail Cetak PDF

Marabahan, KP - Warga Desa Mekarsari Handil Sekunder Kiri (Tamban Km.15) Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Barito Kuala (Batola), mulai setengah bulan lalu, dihebohkan penemuan sebuah batu tua berukir menyerupai  seekor kucing yang sedang duduk, terpendam di tengah persawahan warga dengan kedalamam sekitar 0,5 meter.
Bahkan, oleh warga sekitar, batu yang berukuran sekitar 0,5 meter dan lebar sekitar 30 centimeter itu, diyakini merupakan sebuah makam zaman dahulu, dan memiliki keramat. Karena batu tersebut memiliki khasiat atau berkah, bagi warga yang datang untuk mengambil air, yang bersumber dari galian di sekitar batu tersebut, untuk dijadikan obat dan kegunaan lainnya.
``Batu ini pertama kali ditemukan oleh seorang anak pemilik tanah Ahim, kalau pemilik tanah adalah orang tuanya Durani,’’ ujar seorang warga sekitar, yang berdekatan dengan lokasi penemuan, Halimah (45) kepada {{wartawan}}, Jum’at (8/7) siang.
Menurutnya, penemuan batu itu, sebenarnya sudah diketahui sejak sekitar tiga bulan lalu oleh pemilik lahan, namun informasinya baru menyebar dari mulut ke mulut sekitar satu bulan ini.
Namun, karena banyak warga ada yang penasaran, dari dalam dan luar wilayah itu, mendatangi lokasi batu tersebut, hingga mengambil air sekitar lokasi batu dan menaruh bunga di leher ukiran batu yang menyerupai kucing itu.
``Kalau yang memasang bunga itu, mungkin saja pengunjung yang datang. Sebab, batu itu diyakini, sebuah makam atau batu nisan zaman dulu,’’ terang Halimah lagi.
Dikatakannya, sejauh ini, untuk mengetahui asal muasal batu tersebut, warga ada yang menanyakannya kepada salah seorang paranormal atau ulama, dan dikatakan bahwa, batu itu adalah sebuah makam yang berasal dari zaman belanda.
Sedangkan, untuk informasi resmi dari pihak berwenang, belum diketahui. Karena tidak ada yang datang untuk melakukan pengecekan, hanya ada aparat kecamatan setempat, yang melihat kondisi dan bentuk batu itu saja.
``Memang pernah juga ditanyakan dengan orang yang paham (paranormal. red), batu itu katanya sebuah makam sejak zaman belanda,’’ ungkapnya.
Selain itu, beber Halimah, menurut informasi, ketika akan melakukan aktivitas bercocok tanam, pihak pemilik lahan, memang sempat dikabarkan sakit, kemudian menerima isyarat, yang menyatakan bahwa makam tersebut jangan diganggu, karena makam itu hanya numpang disedikit lahan yang tersedia.
``Sehubungan mendapat isyarat, maka oleh pemilik lahan dibiarkan saja. Rencananya, akan dibuatkan semacam kubah,’’ paparnya, seraya menambahkan, kalau dilakukan pemotretan, sering hasil yang diperoleh di luar dari bentuk aslinya. Wallahu A’lam.