Marabahan, KP - Ditunjuknya Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasioanl (MTQN) ke-26 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2012 mendatang, menjadikan Pemkab setempat mulai berbenah diri.
Agar dalam pelaksanaannya nanti berjalan lancar dan sukses, panitia yang terbentuk, banyak belajar dengan Pemkab Batola yang pernah menjadi penyelenggara MTQN ke-25 tahun 2009, dengan melakukan study banding. Kedatangan rombongan yang dipimpin Kepala Kementerian Agama Tanbu Drs Jamaluddin, diterima langsung Wakil Bupati Batola H Sukardhi, di aula Bahalap Marabahan, Selasa (19/7).
Pada kesempatan tersebut, Jamaluddin, mengutarakan maksud kedatangan mereka untuk banyak belajar dengan Batola yang pernah menjadi tuan rumah MTQN. ``Banyak hal yang perlu kami ketahui dari Pemkab Batola, yang pernah menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Kalsel, terutama menyangkut penggalangan dana, persiapan akomodasi, konsumsi sampai pada pelaksanaan itu sendiri,’’ sebutnya.
Menanggapi hal itu, Wabup Batola H Sukardhi, yang juga Ketua Harian MTQ ke-25 saat itu menjelaskan, dalam mencari dana pihaknya melibatkan seluruh komponen. ``Dana kami dapatkan dari berbagai pihak, seperti dari PNS di lingkup Pemkab Batola dan instansi vertikal serta BUMN yang dipotong setiap bulan selama dua tahun,’’ ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, dana juga didapatkan dari pihak ketiga seperti perusahaan dan para donator yang empati dan sifatnya tidak mengikat.
Selain membeberkan cara menggalang dana, Wabup, juga mengutarakan kunci sukses lainnya, terutama dalam pengeluaran pihaknya melakukan secara hati-hati. ``Semua pengeluaran kita lakukan sangat hati-hati dan melalui seleksi yang ketat untuk menghemat anggaran, proposal yang tidak rasional akan kami coret, sehingga kami tidak mempunyai tunggakan hutang usai pelaksanaan,’’ imbuhnya.
Sementara, dalam persiapan akomodasi menurut Wabup Sukardhi, pihaknya menggunakan rumah warga yang akan ditempati kafilah, dengan mendata secara dini. Untuk konsumsi, diserahkan kepada TP PKK Batola sebagai koordinator dengan daftar menu yang sudah ditetapkan.
``Sedangkan untuk pelaksana kegiatan di lapangan, kita menggunakan jasa Even Organiser (EO) dari Banjarmasin,’’ pungkasnya.



