Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Banua Kita Kandangan Program Ampih Miskin Luar Biasa

Program Ampih Miskin Luar Biasa

E-mail Cetak PDF



Mensos Kunjungi HSS

Kandangan, KP - Kedatangan Menteri Sosial RI, Dr Salim Segaf Al-Jufri, MA beserta rombongan ke Kabupaten HSS memberi makna tersendiri bagi warga yang berjulukan dengan “ Kota Dodol”, khususnya yang tergolong Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). Bagaimana tidak, Salim Segaf dalam kunjungan kerjanya melaunching Program Ampi Miskin yang diluncurkan oleh Bupati HSS Dr H Muhammad Safi’I, M.Si, Mensos  juga menyerahkan bantuan sebesar Rp1 milyar untuk 100 unit rumah tak layak huni, dana BLPS  Rp 750 juta, bantuan sarana lingkungan sebesar Rp 45 juta rupiah.Bantuan itu, diserahkan langsung Menteri Sosial RI secara simbolis kepada perwakilan masyarakat.

Selain itu, Mensos juga melaunching rumah layak huni dalam rangka perluasan program Ampih Miskin dan memberikan dukungan secara resmi pada program yang diluncurkan oleh Bupati H Muhammad Safi’i. Acara tersebut berlangsung di Desa Padang Batung.
Pada kesempatan itu juga, Mensos melakukan pemancangan rumah yang akan dibedah yakni rumah warga yang bernama Sa’I (63) tahun sebagai bentuk wujud Program Ampih Miskin dalam mensejahterakan masyarakat yang tidak mampu.
Bupati HSS Dr H Muhammad Safi’I, M.Si yang menyambut kedatangan Menteri Sosial RI dan rombongan, menyampaikan, bahwa di Kabupaten HSS ada 1637 rumah tidak layak huni. Dan pada 2 Desember Tahun 2010 lalu bersama-sama dengan komponen masyarakat melaksanakan program ampih miskin
`` Mudah-mudahan dengan adanya program Ampih Miskin, benar-benar terwujud dan Kabupaten HSS nantinya sudah tidak dikatakan miskin,” ucap bupati dua periode itu.
`` Jika akhir tahun 2010 hanya 33 buah rumah, maka pada tahun 2011 sebanyak 200 buah. Selanjutnya pada tahun 2012 nanti akan ditambah lagi dan pada akhir masa jabatan 2013 diharapkan selesai pembangunannya semua dan terenovasi dengan baik, “ harap bupati. Dan kami mengucapkan terimaksih pada Mensos yang telah memberikan bantuan untuk 100 buah rumah untuk direhab. Dan ini langsung diberikan tunai oleh Mensos. Dalam hal ini kami melibatkan dari beberapa pihak, dan beberapa buah didanai oleh pihak swasta, dan BRI juga memberikan untuk rumah tak layak huni.
Dan ditambah dengan bantuan dari Mensos, serta semuanya yang mendukung mudahan dengan niat yang tulus 1637 rumah tak layak huni bisa selesai semuanya," Kata Safi'i.

Mensos :  Program Ampih Miskin Luar Biasa

Kandangan, KP – Mentri Sosial RI Dr Salim Segaf Al Jufri, MA mendukung
dan merasa senang  dengan program bupati HSS Dr H Muhammad Safi’I,
M.Si yakni Ampih Miskin, atau berhenti miskin.
`` Itu luar biasa. Inilah yang perlu kita apresiasi bagaimana
menyelesaikan kemiskinan di daerah,” ungkap Mensos.
Dijelaskan oleh mantan kedubes RI untuk Arab Saudi ini, di Kabupaten
HSS ada 1637 rumah tak layak huni, dan Ditargetkan oleh Bupati HSS
saat akhir masa jabatan 2013 selesai pembangunan rumah tak layak huni.
Kementrian Sosal akan memberikan dukungan.
Untuk Kabupaten HSS mengapa dalam pembangunan rumah layak huni harus
kayu, menurut Mensos. Diserahkan ke daerah masing-masing mau seperti
apa bangunannya. Bahkan dengan bangunan kayu, 60 sampai dengan 70
tahun tak dimakan rayap. `` Mereka di Kabupaten HSS  lebih familiar
dengan pembangunan (rumah kayu) seperti ini,” ucap Mensos.
Diutarakannya, yang penting setelah dibangun, rumah tersebut layak
huni. Dan lantainya tak lagi tanah. Atapnya tak lagi daun-daunan dan
sudah menggunakan seng,” ucap Salim Segaf.
Kemudian diungkapkan Mensos, dengan rumah layak huni MCK tidak perlu
jauh ke sungai. Cukup dirumah dan masyarakat sudah merasakan di
manusiakan,” bebernya.
Dan inilah yang membuat kita tertarik. Silakan dengan kayu, atau
beton. Tergantung daerahnya.
Diungkapkannya, setelah di HSS akan ke HSU, disana (HSU)  dengan
kondisi yang lebih memprihatinkan lagi dari HSS. Karena, PAD masih
rendah dan yang msikin cukup banyak.  Dan masuk kabupaten ke 50
termiskin di Indonesia. `` Dalam waktu dekat akan membuat program
menuju ke HSU,” ucapnya.
Mensos dalam hal memberikan bantuan pada pemerintah daerah, hanya
memberikan bahan bangunan kemudian masyarakat bergotong royong. Kita
bangun kesejahteraan social. Nilainya dari bahan bangunan memang tak
banyak, akan tetapi kesiapan masyarakat dalam mebantu juga diutamakan.
Besarnya memberikan bantuan, dari mensos anggarannya Rp 10 juta. 2025
target selesai kemiskinan.
Harus optimis, kita bangkitkan semangat masyarakat harus bangkit.
Program Ampih Miskin harus berhasil. Kalau Negara lain berhasil,
kenapa kita tidak. Dan jangan hanya pemerintah, tapi juga masyarakat
harus bangkit untuk bagaimana membantu mengawal dan mengawasi agar
yang dilakukan pemerintah.
Kedepannya, HSS insyallah akan mendapatkan bantuan lagi. Kita lihat
dulu dari APBN tahun 2012. APBD Provinsi. Kita tidak hanya melihat
HSS, kementrian melihat seluruh Indonesia. Maka disini skala prioritas
dan banyak dampak. Mereka harus dibantu.