Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Banua Kita Kota Baru Air Sumur Mulai Payau

Air Sumur Mulai Payau

E-mail Cetak PDF

Kotabaru, KP - Beberapa hari terakhir masyarakat Kotabaru, di wilayah pesisir mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan minum dan memasak, karena air sumur mulai terasa payau.
Salah seorang guru SD di Pudi, Kelumpang Utara, Kotabaru, Jumat, Muhammad Abdullah mengatakan, sejak tidak ada hujan turun hampir tiga pekan terakhir, masyarakat Pudi yang sebagian besar nelayan itu, mulai kesulitan air bersih.

``Sumur-sumur yang ada airnya terasa payau, sehingga tidak nyaman untuk diminum dan memasak,’’ katanya.

Untuk mendapatkan air tawar, masyarakat di wilayah itu terpaksa harus berjalan kaki atau menggunakan sepeda ke daerah perkebunan atau hutan yang jaraknya beberapa kilometer dari perumahan.

Sebagian masyarakat terpaksa membuat lubang besar menyerupai sumur dengan kedalaman antara 3-7 meter di antara pepohonan dan kebun buah serta parit perkebunan kelapa sawit.

``Meski agak jauh tidak masalah, karena airnya terasa tawar dan tidak beli,’’ ujarnya.

Hal yang sama juga dialami oleh Helda, guru asal Barabai Hulu Sungai Tengah, yang terpaksa menghemat dalam menggunakan air bersih yang diperoleh suaminya dari perkebunan.

``Kalau untuk keperluan mandi dan mencuci, kami cukup menggunakan air sumur yang terasa payau tersebut,’’ katanya.

Namun, khusus untuk keperluan minum dan memasak, mereka harus mencari air ke daerah pegunungan, karena sumur di daratan tinggi itu masih terasa tawar.

Mereka berharap kepada pemerintah daerah dapat membangun sarana air bersih dari perkebunan atau hutan untuk dialirkan ke permukiman penduduk.

Sementara itu, Direktur Perusahaan Daerah Air Minum Kotabaru, Zulkifli AR, beberapa waktu lalu mengatakan, saat ini baru tiga kota kecamatan di Kotabaru yang mendapatkan layanan distribusi air bersih dari PDAM, yakni Kecamatan Kelumpang Hilir, Kecamatan Kelumpang Hulu dan Pulau Laut Timur.

``Untuk masyarakat Kelumpang Hulu, PDAM membangun Instalasi Kota Kecamatan (IKK) dengan kapasitas pipa terpasang 10 liter per detik dan IKK di Serongga Kecamatan Kelumpang Hilir dengan kapasitas pipa terpasang 20 liter per detik,’’ sebutnya.

Terbatasanya dana dan sumber daya manusia serta infrastruktur yang lainnya, menyebabkan PDAM tidak dapat segera membangun IKK di 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Kotabaru.

Namun demikian, lanjut Zulkifli, pihaknya tetap berupaya semaksimal mungkin berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan dana pembangunan sarana air bersih bagi masyarakat Kotabaru, khususnya mereka yang ada di kecamatan-kecamatan.

PDAM Kotabaru mentargetkan tahun 2010 akan membangun IKK dengan kapasitas sekitar 20 liter per detik untuk masyarakat di Sengayam, Kecamatan Pamukan Barat dan beberapa kota kecamatan yang menjadi daerah perbatasan kabupaten dan perbatasan provinsi.

``PDAM tidak hanya melayani pelangganya di perkotaan saja, tetapi berkewajiban memberikan pelayanan masyarakat yang berada di kecamatan. Kami mentargetkan dalam beberapa tahun mendatang IKK sudah terbangun di 20 kecamatan,’’ harapnya.

Menurut Direktur PDAM, untuk mendukung kelancaran ketersediaan air bersih di kota kecamatan, pihaknya akan membangun bendungan dan embung/danau kecil dari sungai-sungai kecil atau dataran rendah untuk menampung air hujan.

``Untuk kecamatan yang tidak memiliki daerah pegunungan, kita akan membendung sungai-sungai kecil tadah hujan, ditampung dan dialirkan saat kemarau,’’ ujarnya. (ant/K-6)