Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Banua Kita Kota Baru Sosialisasi Tentang Mutu dan Ketahanan Pangan

Sosialisasi Tentang Mutu dan Ketahanan Pangan

E-mail Cetak PDF

Kotabaru, KP - Dalam upaya melindungi masyarakat dari pangan yang tidak memenuhi persyaratan standar mutu dan keamanannya, Kantor Ketahanan Pangan Kotabaru, Senin (1/3), melaksanakan sosialisasi tentang mutu dan ketahanan pangan.
Kegiatan tersebut, berlangsung di aula Kantor Kecamatan Pulau laut Tengah, diikuti 30 peserta terdiri dari kepala desa, para guru dan masyarakat.

Kasi Konsumsi dan Keamanan Pangan Sumeli S ST, dalam laporannya menjelaskan, tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan pengetahuan semua lapisan masyarakat, tentang mutu dan standar keamanan pangan yang dikonsumsi dan beredar di pasaran, untuk lebih teliti dan waspada dalam memilih. Materi yang disajikan adalah, memproduksi pangan yang baik untuk industri rumah tangga, PP dibidang pangan, penanganan keamanan pangan dan memilih jajanan yang aman. Dua orang narasumber penyaji materi ialah, Kabid Farmasi dan Askes dari Dinas Kesehatan Hj Ernawati S.Sos dan Sumeli S ST sendiri, yang juga membacakan sambutan tertulis, Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kotabaru Ir H Abdul Hamid, yang mengatakan, bahwa keamanan pangan merupakan hal yang sangat penting, untuk beragam jenis pangan yang akan dikonsumsi masyarakat. ``Pangan yang  bermutu dan aman, baik hasil produksi rumah tangga maupun industri pangan, adalah faktor penentu beredarnya pangan yang memenuhi standar, telah ditetapkan oleh pemerintah,’’ terangnya.

Hal itu antara lain melalui UU Nomor 7/1996 tentang pangan, UU Nomor 8/1999 tentang perlindungan konsumen, UU Nomor 23/1992 tentang kesehatan, ditambah Peraturan Pemerintah (PP) sebagai pendukungnya. Yaitu seperti PP No.69/1999 tentang label dan iklan, PP No.68/2002 tentang ketahanan pangan dan PP No.28/2004 tentang keamanan, mutu dan gizi pangan. ``Mari kita berhati-hati memilih pangan yang akan dikonsumsi,’’ pesannya, seraya menyebutkan adanya penyalah gunaan bahan-bahan berbahaya seperti formalin, borak, rhodamin B.

Bahkan bahan berbahaya tersebut, tidak hanya digunakan untuk pangan olahan saja, misalnya bakso, mie basah dan jenis kue–kuean, akan tetapi juga digunakan untuk buah-buahan segar.

Sosialisasi mutu dan keamanan pangan yang belangsung sehari ini, dibuka resmi oleh Plt. Camat Pulau Laut Tengah Drs Minggu Basuki MAP, yang berharap seluruh peserta mengikuti dengan sebaik-baiknya.

Menurutnya, pangan merupakan kunci utama, untuk menunjang kesehatan tubuh dalam upaya mengantisipasi timbulnya penyakit, agar tidak jatuh sakit akibat dari sembarangan mengkonsumsi pangan. Untuk itu, perlu mengikuti perkembangan dan menambah pengetahuan, perihal konsumsi pangan untuk makanan sehat, sebagai sarana dalam menjaga dan merawat kesehatan. ``Adalah tugas kepala sekolah dan para guru, untuk senantiasa memonitor jajanan anak murid, yang dijual di lingkungan sekolah,’’ saran Minggu Basuki, agar anak murid lebih berhati-hati ketika jajan. (sen/K-6)