Hal itu, diungkapkan Kapala Seksi (Kasi) Penyebaran dan Pengembangan ternak pada Dinas Peternakan Kabupaten Tabalong Dodo Sumpena, belum lama tadi, di Tanjung.
Menurutnya, karena tidak terpenuhinya kebutuhan daging ternak sapi tersebut dari peternakan sapi lokal, sehingga setiap bulannya penjual daging mencari sapi untuk dipotong dari luar daerah. ``Dalam satu bulannya dibutuhkan 1 hingga 2 ton daging untuk keperluan masyarakat,’’ ungkap Dodo, sementara Tabalong masih membutuhkan sekitar lima puluh persen pasokan daging sapi untuk konsumsi warganya setiap bulan.
Dijelaskannya, peternakan sapi yang dikelola oleh warga Tabalong belum bisa memenuhi kebutuhan sendiri untuk daging sapi, pemerintah daerah memprogramkan penggemukan sapi, namun, itu juga belum bisa memenuhi kebutuhan daging untuk konsumsi warga Tabalong.
Disamping itu, pola potong hewan sapi di Tabalong menghindari sapi produktif untuk dipotong. ``Biasanya yang dipotong adalah ternak yang sudah tidak produktif atau sapi jantan saja,’’ imbuh Dodo.
Dengan pola ini, diharapkan ternak sapi dapat terus berkembang dan pada akhirnya dapat memenuhi kebutuhan dalam daerah sendiri.
Besarnya kekurangan daging sapi tersebut, para penjual daging biasanya mencari sapi keluar daerah dan yang menjadi tujuan mereka adalah Kabupaten Tala. Karena daerah tersebut, merupakan pusat ternak sapi untuk Kalimantan Selatan.
Berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemkab Tabalong, melalui Dinas Peternakan dan Perikanan setempat, baru-baru tadi, diresmikan pasar hewan di Kecamatan Jaro, yang peresmiannya dilakukan oleh Wakil Bupati Tabalong H Muchlis SH.
Langkah tersebut, sebagai salah satu cara untuk menjadikan Tabalong penghasil ternak sapi yang baik. ``Bila semua program pemerintah berjalan dengan lancer, maka kekurangan daging sapi selama ini akan segera dapat diatasi,’’ pungkas Dodo Supena. (ros/K-6)



