Mereka, selain melakukan aksinya mengemis di Pasar Tanjung sebagai pasar terbesar, di Kabupaten Tabalong saat ini, juga beroperasi di pasar-pasar kecamatan. Razia untuk menangkap mereka pun sering digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa Dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) setempat serta dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dibantu dari kepolisian dan Kodim, namun bukannya berkurang jumlah mereka justru semakin lama semakin banyak saja.
Melihat kondisi demikian, Kepala Badan Kesbanglinmas Tabalong, Drs H Saberan menduga, para Gepeng tersebut ada yang mengkoordinir. ``Ini kekuatiran kita saja, mereka ada yang mengkoordinir,’’ terangnya, kepada wartawan, belum lama tadi, di Tanjung.
Kekuatiran Saberan bukan tanpa dasar, dari pengamatan yang dilakukan oleh bawahannya, ditemukan indikasi ada yang mengkoordinir para Gepeng tersebut. ``Mereka biasanya, diangkut oleh mobil dan disebarkan ke beberapa daerah yang dianggap strategis, terutama pada hari pasar,’’ ungkapnya.
Bahkan menurut Saberan, pada jam-jam makan terutama siang hari, mobil yang mengangkut mereka tadi mengantar makanan berupa nasi bungkus, imbuh mantan Kadis sosial itu. Sedangkan pada sore hari para Gepeng dijemput pulang.
Razia terhadap gepeng ternyata kurang efektif, apalagi bila mereka ada yang mengkoordinirnya, padahal, menurutnya para Gepeng yang terjaring razia dikumpulkan di kantor Kesbanglinmas dan diberikan pengarahan agar tidak melakukan kegiatannya lagi di Tabalong.
Dari Gepeng yang berhasil dijaring dalam razia, mayoritas mereka berasal dari luar daerah. ``Hampir semuanya bukan warga Tabalong,” tandas Saberan.
Bukan berarti tidak mengijinkan ada masyarakat yang meminta sedekah di Tabalong, tapi bila meminta hanya untuk sekedar, makan pihaknya tidak keberatan, yang menjadi masalah adalah para gepeng tersebut. bukan meminta untuk makan melainkan untuk menumpuk kekayaan mereka.
``Pada tahun 2010 ini, Kesbanglinmas akan lebih fokus pada penanganan Gepeng yang dikoordinir, sehingga tidak ada lagi pengemis yang dimanfaatkan oleh pihak tertentu, terlebih lagi kegiatan mereka bisa menggangu masyarakat di Tabalong,’’ pungkas Saberan. (ros/K-6)



