Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Banua Kita Tabalong Warga Padang Panjang Pertanyakan PAM PT Adaro

Warga Padang Panjang Pertanyakan PAM PT Adaro

E-mail Cetak PDF

Tanjung, KP – Masyarakat yang hidup di RT 08 Desa Padang Panjang Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong, mempertanyakan tentang program Perusahaan Air Minum (PAM) PT Adaro Indonesia (AI) yang diperuntukan bagi warga setempat tidak sampai ke RT mereka.
Hal ini, terungkap ketika Ketua RT 08 Arsani, mempertanyakan kepada pihak PT AI saat memfasilitasi pembentukan Tim Pengelola PAM tersebut, di Aula Serbaguna Desa Padang Panjang RT 01, Minggu (2/5) di Tanjung.

Menurut Arsani, dirinya hanya mewakili dari masyarakat yang ia pimpin menyampaikan pertanyaan ini kepada pihak PT AI lantaran ia sendiri menjadi tumpuan masyarakat untuk permasalahan ini. ``Saya mewakili masyarakat yang ada di RT 08, mempertanyakan mengapa tidak sampai ke RT 08, padahal seluruh RT sepanjang jalan provinsi Kalimantan Selatan tersebut mendapat saluran air,’’ ujarnya, sembari mengingatkan, jika pipanisasi tidak sampai ke RT 08, nantinya akan menimbulkan kecemburuan sosial bagi masyarakat di sana dengan masyarakat yang mendapatkan bantuan air.

Menurut Arsani, jika pihak PT AI tidak mampu mendorong air sampai ke RT 08, masih bisa menggunakan alat bantu, paling tidak ada sosialisasi kepada masyarakat agar tidak menjadi pertanyaan. ``Kalau alasannya, mesin yang ada tidak mampu mendorong bisa membuat alat Bantu,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Padang Panjang Sokhidin mengatakan, setahu dia memang saat ini, mesin pendorong yang ada sekarang tidak mampu mendorong air hingga ke RT 08. ``Ketimbang yang datang kesana hanya angina, lebih baik cukup yang ada dulu,’’ jelasnya.

Pendamping desa PT AI Care Insitute Pertanian Bandung (IPB) HM Salahudin yang menjadi nara sumber dalam pertemuan hari itu menjelaskan, pihaknya dalam hal ini hanya sebagai perantara yang mendampingi PT AI untuk menjadikan Desa Padang Panjang tersebut, sebagai desa model, adapun kebijakan termasuk mengenai mengapa pipanisasi tidak sampai ke RT 08 dirinya tidak tahu. ``Saya hanya mendampingi program PT AI untuk Desa Padang Panjang dan Desa Dahai Kabupaten Balangan. Adapun kebijakan saya tidak mengetahuinya,’’ ungkapnya, sambil memperkenalkan diri.

Meski demikian, menurut Salahudin, pihaknya berjanji akan menyampaikan masalah ini kepada pembuat kebijakan di PT AI, sebab ia mempunyai akses yang mudah untuk masuk ke PT AI. ``Ini informasi penting yang nantinya akan kita sampaikan ke PT AI,’’ janjinya.

Pada kesempatan itu, Salahudin berharap, panitia pengelolan PAM dari PT AI tersebut, jangan sampai diambil alih oleh pemerintah daerah melalui PDAM, sebab kalau begitu nantinya akan tidak menjadikan pendapatan bagi desa. (ros/K-6)