Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Banua Kita Tabalong Menteri ESDM Resmikan Peluncuran Bio Diesel Fuel

Menteri ESDM Resmikan Peluncuran Bio Diesel Fuel

E-mail Cetak PDF

Tanjung, KP – Menteri Energi Sumber Daya Meneral (ESDM) Darwin Zaidi Sholeh, resmikan peluncuran Bio Diesel Fuel (BDF) pilot project di Indonesia, oleh tiga perusahaan besar yakni, PT Adaro Energy Tbk, PT Komatsu Marketing and Support Indonesia dan PT United Tractors (UT) Tbk.
Acara yang digelar di Areal Tambang PT Adaro Indonesia KM 72 Tanjung Kabupaten Tabalong tersebut, pada Selasa (31/5), juga dihadiri oleh Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk H Boy Garibaldi Thohir, di dampingi Presiden Komisaris PT Adaro Energy Tbk Edwin Soeryadjaya, Presiden Direktur Komatsu Ltd Kunio Noji, Presiden Direktur PT UT Tbk Djoko Pranoto, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yoshinori Katori, Deputi II Kementerian Lingkungan Hidup MR Karliansyah, Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Rudy Ariffin, serta dua bupati yakni Bupati Tabalong Drs H Rachman Ramsyi M.Si dan Bupati Balangan H Sefek Effendi.
Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk H Boy Garibaldi Thohir, dalam sambutannya menjelaskan, program peluncuran BDF Project ini sesuai dengan visi PT Adaro Energy yang mengamanatkan keselamatan dan kelestarian lingkungan. ``Salah satu tujuan BDF Project adalah untuk menciptakan daerah operasional yang lebih ramah lingkungan,’’ terangnya.
``Era energy murah segera akan berakhir, nantinya BDF project akan menjadi kebutuhan, sebab bio diesel ini dapat mengurangi ketergantungan kita dengan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti premium dan solar,’’ imbuh Boy.
Pada kesempatan itu, Menteri ESDM Darwin Zaidi Sholeh, dalam sambutannya menjelaskan, kedatangannya bersama rombongan karena di tempat tersebut sedang digarap oleh PT AI dengan penghasilan lebih kurang 40 juta ton per tahun batubara Indonesia. ``Tempat ini menghasilkan kurang lebih 40 juta ton per tahun atau 1/7 dari produksi batubara Indonesia, padahal kita tahu perusahaan banyak, PKP2P lebih dari 20-an, jadi PT Adaro dan lokasinya itu berada dan menghasilkan sesuatu yang strategis dengan areal luasnya 35 ribu hectare,’’ terangnya.
Dialain pihak, lanjutnya, dalam rangka melakukan menghasilkan batubara tersebut tadi, PT Adaro mempekerjakan tenaga kerja juga telah terus menjalankan kewajibannya melakukan revegetasi antara lain tanaman original ditanam kembali serta tanaman keras juga ditanam kembali, serta tanaman bermanfaat seperti yang diresmikan manfaatnya segera setelah ini.
Dalam upaya menghasilkan produksi tadi, ini mungkin angka tidak difahami PT Adaro menggunakan kurang lebih 2 juta kilo leter per tahun solar, sedangkan solar yang digunakan di Indonesia lebih kurang 12 juta kilo liter solar per tahun. ``Artinya, posisi penggunaan solar di sini (di PT Adaro.red) lebih kurang 1/6 dari solar se Indonesia.
``Dibandingkan dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) se Indonesia yang jumlahnya kurang lebih 60 juta kilo literan, 12 juta kilo liter per tahun itu kurang lebih 20 persen, itulah hal strategis dari volume baik apa yang dihasilkan maupun apa yang ditimbulkan,’’ tandas Darwin.
Menurutnya, saat ini Indonesia bersama bangsa-bangsa lainnya di dunia, sedang berusaha keras mengurangi ketergantungan pada energy yang berasal dari fosil. ``Solar termasuk energy yang bersumber dari fosil, solar paling banyak digunakan oleh sektor industry dalam keluarga besar BBM kita, sedangkan premium banyak digunakan untuk transportasi. Oleh karena itulah, setiap elemen bangsa yang mampu, baik itu golongan manpu rumah tangga atau industry harus berjuang dan berada digaris terdepan memberikan darma baktinya kepada Ibu Pertiwi untuk mengurangi ketergantungannya kepada energy yang berasal fosil,’’ tegas Darwin.
Pabrik BDF sebagai pilot project di Indonesia ini, mempunyai bahan baku buah jarak, dengan luas areal perkebunan sementara lebih kurang 50 hektare dari alokasi area 500 hektare, hasil ini dapat menjadi bahan bakar pengoperasian dump truck Komatso tipe HD785 di lokasi pertambangan Adaro.
PT Adaro rencananya akan meng-outsource Jatropha dan tanaman lainnya dari lokasi, di luar lokasi operasional pertambangan, membangun rantai pasokan BDF yang dapat berproduksi dan digunakan secara berkesinambungan, sehingga dapat tercipta daerah operasional yang lebih ramah lingkungan, sedangkan UT sebagai distributor Komatsu Indonesia, akan memberikan dukungan berupa produk support untuk dump truck Komatsu yang berbahan bakar BDF.