Tanah Bumbu
Buah Lokal Banjiri Pasar Batulicin
Buah-buah itu, didatangkan dari berbagai tempat di Kalimantan Selatan, termasuk dari Loksado, Banjarmasin, Kalimantan Barat dan juga dari daerah itu sendiri.
PDAM Tanah Bumbu Memprihatinkan
Banjarmasin, KP – Kondisi PDAM Tanah Bumbu (Tanbu) memprihatinkan, karena cakupan pelayanan air bersih sangat terbatas, atau hanya sekitar 13 persen dari wilayahnya.
``Jadi cakupan pelayanan air bersih hanya sekitar 13 persen saja,’’ kata Ketua Komisi II DPRD Kalsel, M Ihsanuddin kepada wartawan, usai rapat kerja dengan PDAM Tanbu maupun DPRD setempat, Senin (30/5), di Banjarmasin.
Selain itu, penyertaan modal yang masuk ke PDAM Tanbu juga sangat terbatas, karena hanya berasal dari APBD Tanbu, sedangkan dari provinsi maupun APBN sangat minim.
``Kita telah meminta PDAM agar melakukan ekspose dan memperhitungkan investasi untuk meningkatkan cakupan pelayanan kepada masyarakat,’’ tambah anggota dewan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) ini.
Di samping itu, pelayanan PDAM juga sering dikeluhkan masyarakat, karena hanya menjangkau kawasan perkotaan, sering mati dan debit aliran masih kecil.
Apalagi, cakupan pelayanan masih jauh dari target MDGs untuk kabupaten sebesar 60 persen, sehingga perlu sharing dana dengan semua pihak, agar bisa meningkatkan jaringan maupun kapasitas pelayanan kepada masyarakat setempat.
``Ini untuk kepentingan masyarakat banyak, agar bisa mendapatkan pelayanan air bersih,’’ jelas Ihsanuddin.
Dewan juga mendukung program PDAM tersebut, untuk meningkatkan cakupan pelayanan mencapai 60 persen pada 2012, dengan keperluan dana berkisar Rp5 miliar hingga Rp6 miliar.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Tanbu, H Syamsul Bahri mengakui, kondisi PDAM di wilayahnya memang memerlukan suntikan dana untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kepada masyarakat.
``Karena dari 10 kecamatan yang ada, hanya tiga kecamatan yang bisa mendapatkan pelayanan air bersih,’’ ungkap Syamsul.
Selain itu, kapasitas air bersih hanya 30 liter/detik, dan tidak mampu lagi menambah pelanggan baru, padahal, masih banyak warga Tanbu yang menginginkan pelayanan air bersih.
``PDAM menginginkan menambah pelanggan baru, namun apa daya kapasitasnya tidak memungkinkan lagi,’’ jelas anggota dewan dari Partai Bintang Reformasi (PBR).
Untuk itulah, PDAM menginginkan adanya penyertaan modal dari Pemprov Kalsel sebesar Rp5 miliar, mengingat pada tahun-tahun sebelumnya, tidak mendapatkan penyertaan modal.
``Rencananya ekspose yang dilakukan PDAM ini tidak hanya untuk mendapatkan penyertaan modal dari Pemprov Kalsel, tetapi juga dukungan dana dari APBN,’’ jelas Syamsul.
Jalan Masuk ke RS Husada Dipagar
Batulicin, KP - Jalan masuk ke Rumah Sakit (RS Manah Husada) di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), kini dipagar pemilik tanah, Pasalnya, pemilik minta ganti rugi atas tanah yang dibuat jalan di atas tanah miliknya . Keterangan Asikin, warga Desa Sepunggur RT.3 mengatakan, pemagaran semestinya tidak perlu terjadi, sebab tanah yang dijadikan jalan sudah dihibahkan almarhum H Saini, selaku pemilik kepada pemerintah daerah 8 tahun silam.
Memang saat hibah, pemerintah daerah menjanjikan pekerjaan kepada pemilik jika di atas tanah sudah dibangun nantinya. ``Tanah tersebut, sudah dihibahkan dan saya sebagai saksinya, sayangnya hibah tersebut tidak ada hitam putihnya, lantas istri almarhum menuntut minta ganti rugi Rp200 ribu per meter persegi,’’ ujar Asikin.
Karena ganti rugi tak dapat direalisasikan, lanjut Asikin, maka istri almarhum menutup dan memagar jalan masuk ke rumah sakit tersebut.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Mamang S.Sos, ditanya hal itu menerangkan, sebenarnya pemerintah siap saja membayar ganti rugi itu, jika saja harga yang disampaikan tidak tinggi di atas Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). ``Pemda sudah rapatkan dengan pemilik tanah dan siap mengganti rugi tanah itu, sayangnya permintaan pemilik sebesar Rp200 ribu per meternya, sementara di tempat itu nilai NJOP Rp36 ribu per meter perseginya,’’ terang Mamang.
Meski begitu, Mamang, tetap menyampaikan ke pemerintah daerah tetap akan mengkomunikasikan kalaupun itu buntu, pihaknya sudah menyiapkan jalan pengganti, sebagai pengalihan jalan yang ditutup itu. ``Jika mengalami jalan buntu, kita sudah persiapkan langkah lain, yakni pengalihan jalan yang ditutup itu, dengan membuat jalan baru. Jalan baru itu, bersebelahan dengan jalan sebelumnya, dan kita didukung Pak Jaini, mantan Kades Sepungur. Pak Jaini sangat mendukung jika memang tidak ada titik temu sehubungan harga yang diminta pihak Hj Ainun,’’ beber Mamang.
Pantau {{KP}} di lapangan, akses jalan masuk ke rumah sakit memang sudah tertutup, sebab pagar yang dipasang sangat kokoh dan kuat, sehingga tidak mungkin lagi jalan tersebut dibuka jika tidak ada kesepakatan ganti rugi antara pemerintah daerah dengan pemilik lahan. Bagi keluarga dan paien yang akan berobat, mereka terpaksa memutar lewat jalan belakang, adapun luas lahan yang di permasalahakan pemilik lahan untuk jalan masuk itu yakni 7 x 323 = 2.261 M2.
Warga Desa Angsana Bikin Terumbu Karang Buatan
Batulicin, KP – Warga Desa Angsana Kecamatan Angsana Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), melabuh sebanyak 21 buah terumbu karang buatan bentuk pyramid yang dibuat selama beberapa bulan sebelumnya. Bupati Lakukan Panen Padi Basmati
Batulicin, KP – Bupati Tanah Bumbu (Tanbu) HM Zairullah Azhar, bersama Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) setempat Ir, Edwar Turrahman, baru-baru tadi, melakukan panen perdana padi Basmati di Kecamatan Kusan Hilir.Berita Lainnya...
Halaman 1 dari 12

Tanah Bumbu

